DEPOK, INDORAYA TODAY – Generasi muda di Kota Depok diajak lebih mengenal akar budaya Sunda melalui kegiatan Nyunda Sadinten yang digelar Yayasan Pendidikan Sumarno di SMP Tunas Bangsa Deces, Cilodong, Senin (15/6/2026).
Pendiri Yayasan Pendidikan Sumarno, Igun Sumarno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam melestarikan budaya Sunda.
Menurutnya, sebagai lembaga yang berdiri di tanah Sunda, pihaknya memiliki tanggung jawab menjaga warisan budaya leluhur.
“Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda Depok, mengenal, mencintai, dan menggunakan budaya Sunda dalam kehidupan sehari-hari,” kata Igun.
Ia menilai budaya Sunda tidak hanya sebatas pertunjukan seni, tetapi juga mengandung nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Nilai-nilai seperti silih asah, silih asih, dan silih asuh, kata dia, menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter siswa.
Igun menjelaskan, seni Sunda sejak dahulu hadir sebagai sarana pemersatu masyarakat dan mengandung banyak pesan moral.
“Lagu-lagu Sunda bukan sekadar hiburan. Di dalamnya ada nasihat tentang keimanan, kebaikan, dan kehidupan yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya mendorong siswa mengisi waktu luang dengan kegiatan positif di bidang seni dan budaya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan orang tua agar dapat melihat langsung perkembangan serta potensi anak-anak mereka.
Igun mengungkapkan, pembinaan seni yang dilakukan melalui Sanggar Seni Bihari mulai menunjukkan hasil positif.
Sejumlah siswa bahkan berhasil meraih prestasi hingga tingkat Jawa Barat melalui berbagai ajang seni budaya.
Saat ini, sekitar 30 persen siswa telah aktif mengikuti kegiatan seni dan budaya yang dikembangkan yayasan.
Melalui Nyunda Sadinten, Igun berharap generasi muda Depok tidak hanya mengenal budaya Sunda, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai positifnya dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan