INDORAYATODAY.COM – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, merespons positif usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terkait penambahan lima rute baru Transjabodetabek.

Pramono memastikan jajarannya akan segera mengkaji dan mendiskusikan usulan tersebut bersama Pemkot Depok.

Menurut Pramono, layanan Transjabodetabek saat ini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat di kawasan aglomerasi (Jabodetabek).

“Saya sudah membaca usulan itu. Nanti kami akan diskusikan dengan Pemerintah Kota Depok. Yang jelas, Transjabodetabek ini sekarang sudah menjadi kebutuhan,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Pramono menambahkan, perluasan rute moda transportasi massal ini terbukti efektif menekan angka kemacetan di ibu kota. Khususnya untuk memfasilitasi para komuter yang bergerak dari kota penyangga menuju Jakarta dan sebaliknya.

“Ini terbukti menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan, baik bagi warga yang pagi hari berangkat ke Jakarta maupun sore hari saat kembali ke rumah masing-masing,” tuturnya.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, usulan tersebut mencakup empat trayek baru dan satu penyesuaian (rerouting) pada trayek yang sudah berjalan.

Berikut adalah perincian empat rute baru yang diusulkan: Shila at Sawangan – Lebak Bulus, Terminal Sawangan – Kuningan, Terminal Depok – Cinere – Blok M dan Terminal Jatijajar – Terminal Kampung Rambutan.

Sementara itu, satu rute yang diusulkan untuk disesuaikan adalah rute D21. Rute yang awalnya melayani Terminal Jatijajar – Manggarai diusulkan disingkat menjadi Universitas Indonesia – Manggarai.

Langkah ini diambil Pemkot Depok untuk mengakomodasi tingginya mobilitas warga menuju Jakarta, sekaligus mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum demi mengurangi kemacetan.

Sekretaris Dishub Kota Depok, Aan Syurahman, menjelaskan bahwa pengajuan rute baru ini sebenarnya sudah bergulir sejak April 2026. Pihaknya juga terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak-pihak terkait di Jakarta.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Terapkan WFA, Layanan Publik Tetap Berjalan

“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk manajemen Transjakarta dan Dishub DKI Jakarta. Tujuannya tentu mempermudah mobilitas warga Depok yang bekerja atau beraktivitas di Jakarta,” kata Aan, dikutip dari situs resmi Pemkot Depok, Rabu (1/7/2026).