DEPOK, INDORAYA TODAY – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, melaporkan dua isu penting kepada Presiden RI Prabowo Subianto, yakni polemik konsumen Meikarta dan dugaan penyimpangan dalam pembangunan 2.100 rumah bagi eks pejuang Timor-Timur di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/4/2025), Ara menyebut bahwa pengaduan terbanyak yang masuk ke Kementerian PKP berkaitan dengan proyek Meikarta.
“Saya sudah sampaikan pengaduan paling banyak soal Meikarta dan minta dituntaskan. Soal Meikarta harus diselesaikan, dan pihak terkait harus bertanggung jawab,” ujar Ara.
Ara menyoroti keluhan para konsumen yang telah bertahun-tahun menanti hunian mereka yang tak kunjung dibangun, namun tetap diwajibkan membayar cicilan KPR. Ia menegaskan pentingnya penegakan hukum dalam kasus ini agar ada kepastian dan keadilan bagi masyarakat.
“Hukum harus ditegakkan. Kebenaran dan keadilan juga harus ditegakkan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Ara menyatakan akan memanggil Direktur Lippo Group, John Riady, pada pekan depan. Pemanggilan ini dilakukan usai dirinya kembali dari kunjungan kenegaraan ke Qatar bersama Presiden RI.
Pertemuan itu rencananya akan digelar secara terbuka dan dapat diliput media, sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Kementerian PKP juga akan kembali memfasilitasi dialog antara konsumen dan pihak pengembang Meikarta dalam upaya menyelesaikan masalah ganti rugi. Ini merupakan kelanjutan dari inisiatif Ara dalam peluncuran layanan pengaduan konsumen BENAR-PKP (Bantuan Edukasi dan Asistensi Ramah) beberapa waktu lalu.
Selain kasus Meikarta, Ara turut menyampaikan kepada Presiden dugaan kecurangan dalam pembangunan rumah bagi eks pejuang Timor-Timur. Proyek pembangunan 2.100 unit rumah tersebut diduga tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat (RKS) yang ditetapkan.
“Saya sudah laporkan ini kepada Presiden karena beliau sangat peduli. Kita tahu Pak Prabowo pernah berjuang untuk Merah Putih di Timor-Timur dan sangat concern terhadap para eks pejuang,” kata Ara.

Tinggalkan Balasan