INDORAYATODAY.COM – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono, mendesak ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) untuk secara tegas menolak standar ganda dalam isu hak asasi manusia (HAM), khususnya dalam kasus Palestina.

Pernyataan ini disampaikan Menlu Sugiono dalam pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN dengan AICHR di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (8/7).

“AICHR harus berani menolak standar ganda HAM, termasuk dalam kasus Palestina,” tegas Sugiono.

Ia menambahkan bahwa AICHR perlu lebih aktif menjalin dialog dengan mitra eksternal serta menyuarakan posisi yang konsisten dan berani terkait isu-isu HAM global.

Dalam pertemuan yang merupakan interaksi pertama Menlu Sugiono dengan AICHR, Indonesia menegaskan pentingnya menerjemahkan komitmen politik terhadap pemajuan HAM ke dalam aksi nyata.

“Tugas kita sekarang adalah menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam aksi nyata,” ujarnya.

Indonesia juga mendorong AICHR agar lebih responsif terhadap isu-isu HAM yang mendesak dan memastikan program-program yang dijalankan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan.

Kolaborasi lintas sektor juga menjadi sorotan penting, terutama dalam menghadapi tantangan bersama seperti perdagangan manusia dan kerusakan lingkungan.

Wakil Indonesia di AICHR, Anita A. Wahid, menyatakan bahwa kontribusi aktif Indonesia mencerminkan komitmen untuk membumikan prinsip-prinsip HAM di ASEAN.

Ia juga menyampaikan bahwa AICHR tengah menyusun dua deklarasi baru terkait hak atas lingkungan yang sehat serta hak atas pembangunan dan perdamaian.

 

BACA JUGA:  Hormati Jasa Pahlawan, Menbud Luncurkan Prangko Para Pendiri Bangsa