DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok menggandeng SMK Informatika Utama untuk mengembangkan alat deteksi dini banjir atau Alat Peringatan Banjir (APB). Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana berbasis teknologi yang tengah diperkuat pemkot dalam menghadapi persoalan banjir yang terus berulang.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Depok, Raden Argha, mengatakan bahwa pengembangan APB menjadi langkah konkret dalam menekan risiko banjir sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan.
“Berbagai upaya terus kami lakukan untuk menangani masalah banjir di Depok. Alat yang dikembangkan oleh SMK Informatika ini cukup baik dan menjadi salah satu upaya mencegah banjir,” kata Argha, dikutip Minggu (27/07/2025).
APB yang dikembangkan memiliki sistem peringatan visual dan audio otomatis. Jika muka air mencapai ambang batas berbahaya, alat akan memicu bunyi sirine dan lampu rotator sebagai sinyal peringatan kepada warga.
“Ketika muka air tinggi maka akan mengeluarkan bunyi sirine dan lampu rotator untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa akan terjadi banjir, sehingga bisa diantisipasi sejak dini,” ujar Argha.
Saat ini, empat unit APB sudah terpasang di sejumlah titik rawan banjir, yakni di Kelurahan Pasir Putih, Duren Mekar, Cipayung, dan Ratujaya. Pemasangan tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan respons cepat warga terhadap potensi bencana.
Menurut Argha, keberadaan alat ini tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong inklusi sosial dan inovasi lokal dalam perlindungan terhadap risiko bencana.
“Alat ini dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, serta mendorong inovasi teknologi demi melindungi kehidupan dan penghidupan masyarakat dari ancaman banjir yang berulang,” katanya.
Pemkot Depok, lanjut Argha, berkomitmen untuk memperluas pemasangan APB di wilayah lain. Selain memperbanyak jumlah alat, pengembangan teknologi dan fitur pendukung juga akan menjadi perhatian ke depan.
“Kami juga berencana mengembangkan alat ini, dengan ditambah fitur dan lokasinya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan