INDORAYATODAY.COM – Sushila Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, telah dilantik sebagai Perdana Menteri Nepal.
Terpilihnya Sushila Karki unik karena ia dipilih melalui aplikasi daring, Discord, yang didukung penuh oleh generasi Z (gen Z).
Pemilihan ini terjadi setelah gejolak unjuk rasa yang melengserkan Perdana Menteri sebelumnya, Sharma Oli. Demonstrasi yang dipimpin gen Z ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang melarang 26 platform media, termasuk WhatsApp, Instagram, dan Facebook.
Juru bicara kelompok pemuda “Hami Nepal”, yang memimpin kampanye antikorupsi, menjelaskan bahwa pilihan ini merupakan wujud ketidakpuasan mendalam terhadap kinerja pemerintah.
“Kita harus bekerja sesuai dengan pemikiran generasi Z. Yang dituntut kelompok ini adalah penghapusan korupsi, tata kelola pemerintahan yang baik, dan kesetaraan ekonomi,” ujar Sushila dalam pernyataan pertamanya setelah menjabat.
Sushila Karki, 73 tahun, dilantik sebagai perdana menteri sementara pada Jumat lalu. Ia menjadi wanita pertama yang memimpin Nepal.
Dia berjanji hanya akan menjabat selama enam bulan untuk memperbaiki keadaan dan akan menyelidiki aksi unjuk rasa yang berujung ricuh.
“Melihat apa yang terjadi atas nama protes, tampaknya hal itu dilakukan secara terencana sehingga menimbulkan pertanyaan tentang konspirasi,” katanya.

Tinggalkan Balasan