INDORAYATODAY.COM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono, bersama 16 menlu dari negara lain, mengeluarkan pernyataan bersama terkait misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) untuk Palestina.
Dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri RI pada Selasa (16/9), mereka menyerukan agar tidak ada kekerasan terhadap kapal-kapal bantuan tersebut.
GSF, yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, memulai pelayaran secara bertahap setelah salah satu kapalnya diduga diserang oleh drone Israel. GSF bertujuan untuk menyalurkan bantuan dan meningkatkan kesadaran akan kebutuhan mendesak rakyat Palestina.
Menlu Sugiono dan para menlu lainnya menegaskan komitmen mereka terhadap perdamaian, penyaluran bantuan, dan penghormatan terhadap hukum internasional.
“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dari segala tindakan melawan hukum atau kekerasan terhadap Flotilla, serta menghormati hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Pernyataan itu juga memperingatkan bahwa setiap pelanggaran, termasuk serangan di perairan internasional atau penahanan yang melanggar hukum, akan dimintai pertanggungjawaban.
Sebanyak 13 kapal GSF berlayar secara bertahap dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Gammarth, dan Bizerta di Tunisia. Selain itu, lima kapal dari Indonesia juga berangkat dari Italia dan Yunani.
Meski demikian, delegasi Indonesia tidak ikut dalam misi ini karena berbagai pertimbangan, seperti kendala cuaca dan teknis.

Tinggalkan Balasan