DEPOK, INDORAYA TODAY – Wali Kota Depok, Supian Suri, mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Depok untuk menjauhi pinjaman online (pinjol). Peringatan itu disampaikan dalam apel pagi di Lapangan Balai Kota Depok, Senin (22/9/2025).

Supian menegaskan, pinjol menjadi persoalan serius karena kerap membuat penggunanya sulit keluar dari jeratan utang. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada stabilitas ekonomi keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu kinerja ASN di institusi pemerintahan.

“Tolong jangan sampai Bapak dan Ibu atau keluarga lakukan itu. Karena saya tahu, yang terkena pinjol susah untuk berhenti,” ujar Supian.

Dalam kesempatan itu, Supian meminta seluruh kepala perangkat daerah untuk memantau pegawainya agar tidak ada yang menggunakan pinjol. ASN yang masih memiliki utang pinjol diminta segera mencari solusi agar terbebas dari jeratannya.

“Kalau masih punya (pinjol), bagaimana caranya harus berhenti. Ini akan sangat merusak, baik dalam kerja maupun dari sisi ekonomi,” tambahnya.

Supian juga menekankan, meski nilai pinjaman yang diambil relatif kecil, dampaknya bisa berlipat ganda. “Kecil yang dipinjam, tapi besar sekali upaya menutupnya. Ini yang merusak,” ucapnya.

Untuk mencegah ASN terjerat pinjol, Supian mendorong Korpri Kota Depok membangun kerja sama dengan lembaga keuangan resmi. Solusi ini memungkinkan ASN mengakses pinjaman kecil dengan tenor pendek tanpa risiko tinggi.

“Artinya, kalau butuh Rp 2 juta atau Rp 3 juta, jangan sampai terjebak pinjol. Kita bisa cari solusi lain, misalnya kerja sama dengan lembaga simpan pinjam resmi,” jelasnya.

Supian menutup apel dengan menegaskan bahwa kinerja ASN tidak boleh terganggu masalah utang. “Kita ingin bisa berkinerja baik, dan salah satunya dengan tidak memiliki masalah, termasuk terkait pinjaman,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Api, Adrenalin, dan Semangat Juang! Depok Siapkan Lomba Damkar Paling Seru Tahun Ini!