DEPOK, INDORAYA TODAY – Aksi brutal massa terjadi di Kampung Baru, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jumat (18/4/2025). Sebuah mobil polisi dibakar dan dua lainnya dirusak saat aparat Polres Metro Kota Depok hendak menangkap seorang ketua ormas, tersangka kasus penganiayaan.

Peristiwa bermula ketika 14 personel polisi yang terbagi dalam empat mobil menuju lokasi untuk menangkap pelaku yang telah dua kali mangkir dari panggilan penyidik. Penangkapan dilakukan atas dua laporan, yakni dugaan penganiayaan dan kepemilikan senjata api ilegal.

Namun, kedatangan polisi disambut perlawanan. Massa yang diduga loyal terhadap tersangka langsung melakukan aksi anarkistis. Tiga dari empat mobil polisi yang diturunkan tertahan di lokasi dan menjadi sasaran amuk warga.

“Jadi, ada tiga kendaraan yang tertinggal di lokasi itulah yang dibakar atau dirusak,” kata Kasatreskrim Polres Metro Kota Depok, AKBP Bambang Prakoso, dikutip Minggu (20/4/2025).

Bambang menjelaskan, kasus ini berawal pada 23 Desember 2024. Saat itu, tersangka mengklaim sebidang tanah yang tengah digarap sebuah perusahaan adalah miliknya. Ia bahkan sempat membangun bangunan semi permanen di lahan tersebut.

Ketika perusahaan mulai memagari area proyek, pelaku diduga menodongkan senjata api. Polisi lantas menyita pistol tersebut dan menetapkan pelaku sebagai tersangka. Namun, dua kali dipanggil, ia tak kunjung hadir hingga akhirnya dijemput paksa.

Penangkapan tersebut memicu kemarahan massa. Diduga, pelaku memiliki hubungan patron-klien dengan warga sekitar sehingga upaya hukum berujung kericuhan.

“(Untuk pelakunya) Ketua ormas di wilayah tersebut, juga mungkin dia tuh seperti di antropologi kayak patron klien gitu ya, hubungannya dengan warga sekitar,” ujar Bambang, kepada wartawan.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, tersangka akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Metro Kota Depok. Sejumlah pelaku perusakan juga dikabarkan telah ditangkap untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA:  Kepala Disporyata Depok: Filosofi Ngaduk Dodol Cerminkan Proses Membangun Budaya Kota