DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok menegaskan pentingnya peran tokoh agama dalam memperkuat harmoni sosial dan mendukung pembangunan daerah. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Halalbihalal Idulfitri 1446 Hijriah yang dirangkaikan dengan Pengajian Ulama dan Umaro di Gedung Dakwah MUI Kota Depok, Rabu (23/4/2025).
Dalam acara yang mengusung tema “Memperkuat Silaturahmi untuk Depok Lebih Maju dan Harmoni” itu, suasana keakraban tampak hangat menyelimuti para tokoh lintas agama, unsur Forkopimda, dan para pemangku kebijakan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Depok, Nina Suzana, yang hadir mewakili Wali Kota Supian Suri, mengajak para ulama dan tokoh agama untuk terus menjaga komunikasi dengan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama adalah kunci dalam menyampaikan visi pembangunan kepada masyarakat secara lebih luas.
“Saya berharap para ustaz, ustazah bisa jadi penyambung lidah kami di pemerintah. Karena kita punya 20 janji Wali Kota yang harus disampaikan ke masyarakat. Kalau tidak disampaikan, bagaimana masyarakat bisa tahu dan mendukung? Harus terus kita gaungkan,” ujar Nina.
Lebih dari sekadar menyampaikan informasi, Nina menyebutkan bahwa kehadiran ulama dalam proses pembangunan juga berfungsi sebagai penyeimbang. Di satu sisi, mereka memberikan masukan terhadap arah kebijakan, dan di sisi lain, menjadi penjaga nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ulama ini bukan sekadar simbol. Mereka punya peran penting dalam menjaga suasana damai dan mendorong partisipasi warga dalam pembangunan. Forum seperti ini penting, bukan cuma sebagai laporan kegiatan, tapi ruang menyampaikan visi bersama,” tambahnya.
Dalam momentum yang sama, Pemkot Depok secara simbolis juga menyerahkan dana hibah sebesar Rp1,3 miliar kepada MUI Kota Depok. Bantuan tersebut diharapkan bisa memperkuat kegiatan keagamaan serta pembinaan umat di tingkat lokal.
Nina juga mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi muda dengan pondasi yang kuat, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun nilai moral. Menurutnya, hal tersebut menjadi langkah awal menuju Indonesia Emas 2045.
“Kalau mau punya generasi unggul, kita harus mulai dari sekarang. Pendidikan, kesehatan, dan nilai-nilai moral itu pondasinya. 20 tahun ke depan, kita sudah tua. Tapi generasi yang kita bina hari ini akan jadi pemimpinnya,” pungkas Nina.

Tinggalkan Balasan