INDORAYATODAY.COM – Suasana hari pertama Ramadan di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur, mendadak menjadi sorotan publik. Ribuan jemaah dilaporkan telah memadati area Masjid Wakaf Abdullah di Kelurahan Kepanjin, Kecamatan Kota, sejak Rabu (18/2/2026) siang, demi menantikan pelaksanaan salat tarawih perdana.
Antusiasme jemaah yang luar biasa ini terekam dalam sejumlah video yang viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, tampak masyarakat berbondong-bondong membawa perlengkapan salat dan menggelar sajadah mereka hingga meluber ke badan jalan di sekitar masjid.
Pemandangan sajadah yang terbentang rapi sejak matahari masih terik menjadi fenomena unik dalam menyambut bulan suci Ramadan tahun ini.
Fenomena ini rupanya tidak lepas dari adanya agenda rutin tahunan, yakni penyaluran zakat mal oleh tokoh masyarakat setempat yang juga menjabat sebagai Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah. Penyaluran zakat tersebut dilakukan di sejumlah titik, termasuk masjid dan musala untuk membantu masyarakat sekitar.
Perwakilan tim distribusi zakat mal, Moh Fauzi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pemenuhan kewajiban agama yang konsisten dijalankan setiap tahunnya. “Pembagian zakat mal ini merupakan kewajiban yang ditunaikan oleh Bapak Said Abdullah dan menjadi agenda rutin tahunan,” ujar Fauzi sebagaimana dikutip dari laman resmi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Selain semangat beribadah, kehadiran jemaah yang datang lebih awal juga dipicu oleh harapan untuk mendapatkan santunan setelah pelaksanaan salat tarawih. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa para jemaah mendapatkan santunan berupa uang tunai Rp300 ribu sebagai bagian dari distribusi zakat tersebut.
Kejadian ini pun memicu beragam respons dari warganet. Sebagian besar mengapresiasi kedermawanan sang tokoh dan mendoakan keberkahan atas sedekah yang diberikan. Di sisi lain, fenomena ini menjadi ruang diskusi publik mengenai potret sosial kemasyarakatan di tengah bulan suci.
Pemerintah setempat dan pengurus masjid senantiasa mengimbau agar dalam pelaksanaan kegiatan yang melibatkan massa besar tersebut, aspek ketertiban dan kekhusyukan ibadah tetap menjadi prioritas utama. Hal ini penting agar semangat berbagi dan semangat beribadah dapat berjalan beriringan dengan harmonis.

Tinggalkan Balasan