INDORAYATODAY.COM  – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para komandan TNI untuk membina prajurit dengan keras, namun tanpa kekejaman.

Prabowo menekankan agar para pemimpin memperlakukan prajurit seperti anak kandung sendiri dan memimpin dari depan, terutama di daerah rawan.

Pesan ini disampaikan di tengah kasus kematian Prajurit Dua Lucky Chepril Saputra Namo, yang diduga dianiaya oleh seniornya.

Sebanyak 24 prajurit dari Batalyon Teritorial Pembangunan 834/Wakangan Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, kini diperiksa oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) terkait kasus tersebut.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Pimpin HUT Bhayangkara, Monas Jadi Saksi Kemeriahan