INDORAYATODAY.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang melanda Depok dan wilayah Jabodetabek beberapa hari terakhir disebabkan oleh gabungan beberapa fenomena atmosfer.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyebutkan ada empat faktor utama.
Pertama Indeks Dipole Mode (DMI) negatif, kedua aktivitas gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO), ketiga beberapa sirkulasi siklonik dan keempat anomali suhu muka laut yang hangat di sekitar Indonesia.
“Kombinasi faktor-faktor ini meningkatkan pembentukan awan hujan masif dan memicu curah hujan yang sangat tinggi,” jelas Andri.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini sejak 11 Agustus 2025, mengenai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Meski demikian, BMKG memprediksi intensitas hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya akan terus menurun hingga 16 Agustus 2025, meskipun potensi hujan ringan hingga sedang masih ada.
Masyarakat di wilayah lain seperti Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Jawa Barat juga diminta untuk tetap waspada.

Tinggalkan Balasan