DEPOK, INDORAYA TODAY – Ratusan pecinta otomotif Depok memadati Balai Kota Depok, Sabtu (23/8/2025), untuk mengikuti acara Riding Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia. Namun, di balik gemuruh mesin, ada pesan tegas dari Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras, yang menjadi sorotan utama.

“Teman-teman, di sini tidak ada geng motor. Yang ada klub yang menunjukkan sisi positif motoris. Kita tunjukkan bahwa hobi bisa bersinergi dengan kebersamaan dan persatuan,” ujar Kapolres Waras di hadapan peserta.

Acara yang dimulai dari Alun-alun Grand Depok City (GDC) dan finis di Balai Kota ini menjadi momen penting bagi Polres Depok untuk menegaskan kerukunan antarklub motor. Waras menekankan bahwa keberagaman motor dan komunitas bukan penghalang untuk bersatu.

“Persatuan dan kesatuan ini harus kita jaga. Kerukunan dan keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, TNI, atau Pemkot, tapi tanggung jawab kita semua,” tegas Kapolres Waras, menyoroti pentingnya peran komunitas dalam mendukung program Kota Depok yang maju dan harmonis.

Tak hanya soal disiplin berkendara, Kapolres juga menekankan kesatuan ideologi. “Tidak ada lagi nomor 1, nomor 2. Yang ada nomor 3: Persatuan Indonesia. Mari kita rawat persatuan ini untuk membangun Depok ke depan lebih maju lagi,” imbuhnya, disambut tepuk tangan peserta.

Dalam kegiatan ini, Kapolres juga menyinggung rangkaian HUT Kemerdekaan, termasuk Car Free Day yang akan digelar dengan dresscode merah putih. Ia mengingatkan peserta untuk meninggalkan motor di area parkir dan berjalan kaki atau jogging, menjaga suasana tertib dan meriah.

Acara Riding Merah Putih bukan sekadar parade motor, tetapi juga simbol persatuan antarklub, menunjukkan bahwa hobi, semangat nasionalisme, dan kedisiplinan bisa berjalan beriringan. Pesan Kapolres Waras menjadi pengingat kuat bahwa di balik kebersamaan motoris, persatuan bangsa tetap nomor satu.

BACA JUGA:  Pawai Budaya Meriahkan Lebaran Depok 2025, Wakil Wali Kota: Nusantara Hadir di Sini