INDORAYATODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat yang akan berunjuk rasa agar menjaga demonstrasi tetap kondusif dan tidak mudah terprovokasi kabar bohong. Menurutnya, pemerintah tidak pernah melarang penyampaian aspirasi, namun harus dilakukan dengan tertib.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aries Marsudiyanto, usai rapat di Istana Merdeka, Rabu (27/8/2025). Rapat itu dihadiri Presiden Prabowo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Aries menambahkan, kewaspadaan terhadap hoaks sangat penting karena ada pihak-pihak yang mungkin ingin menciptakan kekacauan di Indonesia. Ia berpesan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan selalu memeriksa sumber berita.
Di sisi lain, Wakil Menteri Komunikasi dan Digitalisasi, Angga Raka Prabowo, menilai unjuk rasa yang ricuh dan terekam di media sosial dapat memicu provokasi. Oleh karena itu, Kementerian Komdigi membuka kerja sama dengan platform media sosial untuk membatasi konten-konten yang dinilai provokatif.
“Apakah mungkin konten-konten yang seperti itu, itu kan provokatif juga gitu, apakah akan langsung bypass ke platform untuk di-take down?” ucap Angga, Selasa (26/8/2025).
Angga memastikan pembatasan ini bukan untuk membungkam kebebasan berekspresi, melainkan untuk mencegah penyebaran konten anarkistis yang tidak jelas tujuannya.

Tinggalkan Balasan