DEPOK, INDORAYA TODAY – Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah, memaparkan strategi pemanfaatan dana Rukun Warga (RW) saat kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025 di RT 04, RW 02, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Rabu (1/10/2025). Paparan ini bertujuan menampung aspirasi warga sekaligus mengarahkan pemanfaatan dana RW secara tepat dan berkeadilan.
Menurut Hamzah, warga dapat menyampaikan usulan pembangunan lingkungan melalui RT dan RW. Usulan itu bisa mencakup perbaikan jalan, pengerasan hotmix, pembangunan drainase, hingga renovasi rumah tidak layak huni.
“Nanti bapak-bapak, ibu-ibu, bisa ngomong langsung kepada RW atau RT untuk mengusulkan kebutuhan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Di Kelurahan Kalibaru, Hamzah mencatat sejumlah titik prioritas pembangunan. Khususnya di RW 02, terdapat empat titik usulan, yang mayoritas berupa saluran air atau drainase. Titik-titik tersebut meliputi RT 03 RW 02 drainase, Gang Haji Sarif RT 03 dan RT 02, serta RT 04 RW 1. Ia menekankan pentingnya drainase yang baik karena sudah memasuki musim hujan.
Dalam kesempatan itu, Hamzah juga menjelaskan mekanisme alokasi dana RW. Setiap RW nantinya menerima dana Rp300 juta per tahun. Dana ini bisa dimanfaatkan sebagian untuk posyandu dan program wisata keberagaman, tetapi sisanya tetap diperuntukkan pembangunan lingkungan sesuai aspirasi masyarakat.
“Artinya, dana RW ini digunakan dengan skala prioritas,” jelasnya.
Hamzah menekankan prinsip keadilan dalam pembangunan berbasis RW. Sebelumnya, anggaran pembangunan melalui Musrenbang setiap kelurahan rata-rata Rp2,5 miliar, tidak merata karena jumlah RW berbeda-beda di setiap kelurahan. Dengan sistem baru, setiap RW di Kota Depok, sebanyak 930-an RW, dapat merasakan pembangunan.
“Ini adalah pembangunan berbasis RW yang berkeadilan. Masyarakat yang membayar pajak bumi dan bangunan maupun pajak kendaraan, bisa menikmati pembangunan di lingkungannya,” ujarnya.
Selain itu, Hamzah menegaskan bahwa dana RW dimaksudkan untuk menyerap aspirasi dari tingkat RT sehingga setiap warga berkesempatan ikut menentukan pembangunan di lingkungannya. Ia berharap RT dan RW dapat bersinergi bersama masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang lebih layak dan nyaman.
Kegiatan reses yang dipandu Ketua Komisi B ini menjadi forum penting bagi warga untuk mengusulkan prioritas pembangunan di lingkungannya, sekaligus memastikan dana RW digunakan secara optimal dan transparan.

Tinggalkan Balasan