INDORAYATODAY.COM – Pemerintah mengalokasikan anggaran jumbo sebesar Rp 130 triliun untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan sebagai upaya menggerakkan sektor perumahan dan ekonomi daerah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menargetkan Provinsi Jawa Timur dapat menyerap 15 persen dari total alokasi tersebut, atau sekitar Rp 20 triliun.
Maruarar menjelaskan, KUR perumahan ini adalah program khusus yang didesain untuk mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor perumahan, meliputi kontraktor, pengembang, hingga toko bangunan.
“Modal masuk Rp 10 miliar, omzet maksimal Rp 50 miliar. Ini bunganya 5%,” ujar Maruarar Sirait saat berada di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/10/2025).
Subsidi Bunga Tekan Biaya Operasional
Program ini memberikan stimulan signifikan bagi UMKM melalui subsidi bunga pinjaman yang relatif terjangkau. Dengan subsidi bunga 5%, Maruarar menyebut pelaku usaha dapat menekan biaya operasional secara substansial.
“Kalau subsidi bunga 5% itu besar, sehingga cost bisa rendah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa proyek infrastruktur sosial seperti KUR perumahan memiliki peran ganda sebagai penggerak ekonomi daerah. Program ini menciptakan multiplier effect (efek berganda) yang luas, mulai dari pembukaan lapangan kerja baru bagi kontraktor, tukang, hingga peningkatan omzet toko bangunan dan pelaku UMKM lainnya.
Menteri PKP berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, perbankan, hingga asosiasi pengembang, dapat bersinergi mendukung penyaluran program tersebut agar berjalan optimal dan tepat sasaran.
Target Rumah Subsidi Capai 350 Ribu Unit
Selain mendorong KUR Perumahan untuk UMKM, pemerintah juga berkomitmen penuh dalam menyediakan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Pada tahun 2025, pemerintah menetapkan target pembangunan 350.000 unit rumah subsidi di seluruh Indonesia.
Maruarar melaporkan bahwa realisasi program hingga saat ini telah mencapai sekitar 240.000 unit. “Sisanya masih dalam proses,” pungkasnya, menunjukkan optimisme pemerintah untuk mengejar sisa target di sisa tahun berjalan.

Tinggalkan Balasan