DEPOK, INDORAYA TODAY – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok, Kiai Achmad Solechan, menyebut kegiatan Ngaji Bareng Gus Iqdam di Depok Open Space, Balai Kota Depok, Jumat (24/10/2025) malam, sebagai momen bersejarah bagi para santri dan warga NU di Depok.

“Halaman Balai Kota ini sejarah. 20 tahun kita tidak bisa menginjak begini (menggelar acara di Balai Kota),” ujar Kiai Achmad Solechan di hadapan ribuan jamaah yang memadati area Balai Kota.

Menurutnya, terselenggaranya pengajian akbar di jantung pemerintahan Kota Depok menjadi simbol keterbukaan dan kolaborasi baru antara pemerintah kota dengan kalangan santri. “Alhamdulillah perjuangan kita hari ini mendapatkan Pak Wali Kota yang seorang santri, Bapak Dr. Haji Supian Suri,” ujarnya.

Ia menilai, hadirnya Wali Kota Supian Suri yang berlatar belakang santri menunjukkan arah perubahan Depok menuju kota yang lebih inklusif, toleran, dan mengayomi semua warganya. “Dengan semangat kolaborasi ini kita akan menunjukkan bahwa Depok betul-betul kota yang toleran, kota yang inklusif, yang melayani seluruh warganya,” kata Kiai Achmad.

Kegiatan Ngaji Bareng tersebut disebut menjadi hasil gotong royong banyak pihak. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada asosiasi pedagang ayam Kota Depok, komunitas Forkabi, serta Ansor dan Banser NU yang ikut terlibat dalam pengamanan acara. “Kalau tidak ada pedagang ayam, tahlilan nanti cuma adanya tempe kering saja,” ujarnya berseloroh disambut tawa jamaah.

Kiai Achmad juga menyinggung makna Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober, sebagai momentum mengingat perjuangan para santri dalam menjaga keutuhan NKRI. Ia menegaskan, keberadaan santri menjadi fondasi berdirinya negara. “Tanpa resolusi jiwa Nahdlatul Ulama, NKRI ini tidak bisa berdiri,” katanya.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Bekasi: Perlindungan Lansia Wujud Kota yang Sejahtera

Ia mengingatkan bahwa para pejabat yang kini menikmati fasilitas dan kedudukan tidak boleh lupa pada pengorbanan para santri terdahulu. “Kalau Pak Wali Kota tidak mendukung santri, kualat nantinya. Karena dapat gaji dan fasilitas dari darah perjuangan para santri,” ujarnya disambut sorakan “Hidup Santri!” dari peserta.

Kiai Achmad menegaskan, Depok kini telah membuka lembaran baru sebagai kota yang bersahabat dengan semua kalangan, termasuk para santri. “Hari ini membuktikan Kota Depok betul-betul bersama santri,” tuturnya.

Ia berharap, momentum kebersamaan tersebut menjadi awal perubahan besar bagi Kota Depok, terutama dalam sektor pendidikan dan pembangunan madrasah. “Mudah-mudahan Pak Wali Kota berjalan lancar, infrastruktur lancar, pendidikan lancar, untuk madrasah-madrasah juga,” pungkasnya. (Fajar Ramadhan)