DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok memastikan tetap fokus memperkuat layanan dasar masyarakat meski menghadapi tantangan penurunan dana transfer dari pusat. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah membangun dua puskesmas baru pada tahun 2026.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Wahid Suryono, mengatakan penambahan fasilitas kesehatan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas pelayanan publik, terutama di bidang kesehatan.
“Ada komitmen untuk penambahan puskesmas baru di tahun 2026, yakni di Pancoran Mas dan Leuwinanggung,” ujar Wahid seusai rapat pembahasan KUA-PPAS bersama Badan Anggaran DPRD dan TAPD Kota Depok, Jumat (7/11/2025).
Ia menuturkan, pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026 berlangsung cukup dinamis. Namun, kata Wahid, arah pembahasan tetap satu: memastikan anggaran 2026 dirancang dengan fokus pada pelayanan masyarakat.
“Pembahasannya hangat tapi konstruktif. Semua sepakat bahwa fokus utama tetap pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Meski Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat pemangkasan anggaran sebesar Rp4,1 triliun dari pusat, Depok diklaim sudah mengantisipasi kondisi itu sejak awal penyusunan KUA-PPAS.
“Kita sudah menyesuaikan dari awal. Jadi perencanaan anggaran Depok 2026 sudah disusun berdasarkan informasi terbaru terkait penurunan dana transfer,” kata Wahid.
Selain sektor kesehatan, Wahid menegaskan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) juga akan berlanjut dengan dukungan DPRD Kota Depok. Program tersebut disebut sebagai solusi atas terbatasnya kapasitas sekolah negeri di kota ini.
“Program RSSG tetap jalan dan anggarannya bahkan ditambah. Ini bagian dari upaya mengatasi kekurangan sekolah negeri dan meningkatkan minat ke sekolah swasta,” ujarnya.
Wahid memastikan optimisme Pemkot Depok tetap tinggi dalam merealisasikan program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga, khususnya pendidikan dan kesehatan.
“Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik. Justru ini momentum untuk lebih efisien dan fokus,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan