DEPOK, INDORAYA TODAY – Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendrik Tangke Allo (HTA), mendorong agar penyertaan modal untuk PDAM Tirta Asasta tetap dialokasikan dalam pembahasan RAPBD 2026. Hal itu ia sampaikan usai Rapat Paripurna pembahasan KUA-PPAS APBD 2026 di Gedung DPRD Depok, Senin (10/11/2025).
Dalam rapat tersebut, HTA sempat melakukan interupsi untuk mempertanyakan absennya alokasi penyertaan modal bagi PDAM Depok. Menurut dia, penyertaan modal seharusnya tetap menjadi bagian dari prioritas belanja daerah karena telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).
“Saya belum melihat adanya alokasi penyertaan modal untuk PDAM dalam rancangan KUA-PPAS yang sudah ditetapkan. Padahal penyertaan modal ini sudah diatur dalam Perda,” ujar HTA.
HTA menilai modal bagi PDAM terbukti memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dan berdampak langsung pada peningkatan layanan publik. Ia menekankan bahwa PDAM merupakan sektor pelayanan dasar yang menyentuh kepentingan masyarakat luas.
“Kalau ini untuk kepentingan rakyat, pemerintah tidak boleh berhitung untung rugi. Apalagi terkait pelayanan dasar di PDAM,” ucapnya.
Terkait besaran dana penyertaan modal yang mungkin dialokasikan pada 2026, HTA menyebut hal itu bergantung pada kemampuan fiskal daerah. Jumlahnya, kata dia, bisa saja menurun menyesuaikan kondisi keuangan pemerintah daerah.
“Pasti akan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Kondisi keuangan memang belum memungkinkan untuk angka yang besar,” katanya.
HTA menjelaskan bahwa pembahasan lanjutan akan dilakukan bersama Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Seluruh fraksi, menurut dia, akan kembali menelaah prioritas belanja, termasuk alokasi untuk PDAM Tirta Asasta.
Ia menambahkan bahwa penyertaan modal memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan layanan PDAM dan kualitas distribusi air bersih. Selama ini, kata HTA, PDAM telah menunjukkan kontribusi nyata terhadap PAD dan pelayanan masyarakat.
“Saya hanya mengingatkan pimpinan Banggar agar mempertimbangkan ulang penyertaan modal PDAM. Dampaknya sudah terlihat positif bagi PAD dan masyarakat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan