DEPOK, INDORAYA TODAY – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok menyiapkan langkah komprehensif pada 2027 untuk mengurai kemacetan sekaligus memperkuat sistem angkutan umum. Upaya ini menjadi bagian dari peningkatan daya saing daerah menuju visi “Bersama Depok Maju” dalam RPJMD 2025-2029.

Kepala Dishub Kota Depok, Zamrowi, mengatakan sektor transportasi memiliki peran strategis dalam mendongkrak produktivitas masyarakat. Menurutnya, sistem transportasi yang efisien dan aman akan memperlancar mobilitas warga sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.

“Transportasi yang efisien dan berkeselamatan akan mempercepat mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi. Ini bagian penting dari peningkatan daya saing Kota Depok,” ujar Zamrowi, dilansir dari situs resmi Pemkot Depok, Senin (2/3/2025).

Pada 2027, Dishub menargetkan rasio volume kendaraan terhadap kapasitas jalan (V/C Ratio) turun menjadi 0,69. Selain itu, kecepatan rata-rata kendaraan ditargetkan meningkat menjadi 35,2 kilometer per jam, disertai Indeks Reformasi Birokrasi yang dipatok mencapai angka 63.

Untuk menekan kemacetan, penanganan difokuskan pada sejumlah simpang prioritas. Di Simpang Pasar Pucung dan Simpang Arido, Dishub akan melakukan rekayasa lalu lintas, pemasangan perlengkapan jalan, penertiban PKL dan utilitas, perbaikan geometrik simpang, pelebaran jalan dari 5,5 meter menjadi 14 meter, hingga pemasangan traffic light.

Langkah serupa juga dilakukan di wilayah Sukmajaya, tepatnya di Simpang Al-Huda, Simpang KSU, dan Simpang Raden Saleh. Di titik tersebut akan dilakukan pelebaran jalan, perbaikan geometrik simpang, pembebasan lahan sekitar 2.974 meter persegi, serta pemasangan traffic light terkoordinasi.

Zamrowi menegaskan, penanganan simpang menjadi prioritas karena merupakan titik kepadatan utama. Dengan rekayasa yang tepat, arus lalu lintas diharapkan lebih lancar dan aman.

Di sektor angkutan umum, Dishub mempercepat pengembangan Simpul Transportasi Pondok Rajeg sebagai pusat integrasi moda. Kebutuhan lahan park and ride yang pada 2023 sebesar 1.037,1 meter persegi diproyeksikan meningkat menjadi 4.638,7 meter persegi pada 2041.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Depok Titip Pesan Khusus untuk Paskibraka: Belajar, Belajar, dan Terus Belajar

Total kebutuhan lahan terminal penumpang dan park and ride mencapai 7.554 meter persegi, sementara tersedia alternatif lahan kosong sekitar 58.078 meter persegi. Pengembangan ini sejalan dengan rencana peningkatan frekuensi KRL menjadi 30 menit sekali serta penataan ulang trayek angkutan agar semakin terintegrasi.

Selain itu, Terminal Sawangan akan direvitalisasi melalui revisi Detail Engineering Design (DED) dan penataan fasilitas. Dengan kebutuhan armada yang terus bertambah, Dishub menyiapkan penambahan lajur bus, ruang tunggu yang nyaman, kantor petugas, serta akses masuk terpisah dari area pasar.

Keberhasilan koridor Teman Bus, Trans Depok rute Terminal Depok, Stasiun LRT Harjamukti yang melayani sekitar 5.900 penumpang per hari menjadi pijakan pengembangan layanan berikutnya. Dishub menargetkan jangkauan layanan angkutan umum mencapai 35 persen melalui penambahan koridor dan re-routing angkutan kota sebagai feeder.

Untuk mendukung operasional di lapangan, Dishub juga akan menambah motor patroli, motor Tim Reaksi Cepat (TRC), serta tiga unit mobil derek guna mempercepat penanganan gangguan lalu lintas.

Pada aspek penerangan jalan, dari total 21.002 titik PJU di Kota Depok, sebanyak 8.744 unit telah menggunakan LED. Pada 2027, Dishub akan merehabilitasi jaringan, mengganti lampu non-LED, serta memasang PJU baru di titik yang belum terlayani.

Dishub juga menyiapkan pengadaan perlengkapan pengujian kendaraan listrik berikut pelatihan teknis bagi petugas sebagai bagian dari adaptasi transportasi ramah lingkungan.

“Kami ingin sistem transportasi Depok semakin modern, terintegrasi, dan berorientasi keselamatan. Semua program ini diarahkan untuk mendukung Depok Maju,” tuntas Zamrowi.