INDORAYATODAY.COM – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menanggapi usulan pedagang warteg (warung tegal) agar dilibatkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Muzani menjelaskan bahwa untuk dapat berkontribusi dalam program tersebut, terdapat standar persyaratan ketat yang harus dipenuhi, terutama terkait dapur dan higienitas.
Menurut Muzani, warteg secara individu tidak bisa dijadikan sebagai dapur MBG.
“MBG melayani orang yang sangat banyak sehingga harus dengan dapur tersendiri yang besar, standar kebersihan yang ditentukan, peralatan yang ditentukan, bahkan kualitas air yang ditentukan dan menu-menu yang ditentukan oleh ahli gizi dari Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar pria kelahiran Tegal tersebut.
Meskipun demikian, Muzani mengakui keunggulan warteg. Ia menyebut pengalaman warteg dalam menangani makanan dan memasak dengan harga terjangkau dapat menjadi modal positif.
“Yang baik dari warteg adalah pengalaman dalam melayani orang banyak, pengalaman memasak masakan dengan harga yang murah, yang itu bisa dijadikan salah satu persyaratan untuk menjadi mitra MBG atau turut berkontribusi dalam program MBG,” ungkapnya.
Untuk memungkinkan partisipasi, Ahmad Muzani menyarankan para pedagang warteg untuk melakukan koordinasi.
“Nanti Bapak-bapak bisa koordinasi dengan Bapak Rojikin, mungkin beberapa warteg bisa dikelompokkan untuk dijadikan satu dalam menangani MBG karena modalnya lumayan besar, dan program MBG memang menjanjikan,” pungkas Ahmad Muzani.

Tinggalkan Balasan