INDORAYATODAY.COM – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof Dr Ir Rachmat Pambudy MS, menegaskan bahwa peran strategis pendidikan tinggi adalah penentu masa depan bangsa.

Rachmat menekankan pentingnya mengorkestrasi potensi riset dan inovasi dari perguruan tinggi untuk menunjang pembangunan nasional.

“Ketika kita berbicara tentang masa depan pendidikan tinggi, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan bangsa,” ujar Prof. Rachmat.

Ia menguraikan bahwa arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 memprioritaskan peningkatan akses, relevansi kurikulum, mutu pembelajaran, serta penguatan riset dan inovasi.

Meskipun Indonesia memiliki potensi sumber daya yang besar, yakni lebih dari 320 ribu dosen, 8 ribu peneliti, dan 9 juta mahasiswa, Rachmat menyebut tantangan terbesar adalah bagaimana mengintegrasikan potensi tersebut agar mampu menyentuh kebutuhan pembangunan.

“Tantangan kita adalah bagaimana mengorkestrasi seluruh potensi besar ini agar ilmu dan inovasi benar-benar menyentuh kebutuhan pembangunan,” jelas Kepala Bappenas.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rachmat secara khusus mengapresiasi kontribusi Universitas Airlangga (UNAIR) yang dinilai berhasil menerjemahkan riset menjadi kebermanfaatan nyata.

Dia menyoroti inovasi UNAIR di berbagai bidang strategis, terutama riset kesehatan, yang mencakup terobosan deteksi dini stunting hingga pengembangan vaksin, hasil kerja sama dengan RSUD Dr. Soetomo dan Pemprov Jawa Timur.

Selain itu, UNAIR juga aktif dalam pengembangan ekonomi biru, teknologi akuakultur berbasis IoT, dan penguatan ekosistem startup riset.

“UNAIR menunjukkan bagaimana riset dapat diterjemahkan menjadi kebermanfaatan. Ini bukan hanya prestasi akademik, tetapi kontribusi langsung bagi pembangunan,” tuturnya.

Prof. Rachmat menyampaikan keyakinan bahwa UNAIR memiliki kapasitas kuat sebagai mercusuar ilmu dan kemanusiaan. Ia berharap, dengan riset yang maju dan reputasi global yang solid, UNAIR terus berperan aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA:  Kepala Bappenas: Program Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja