DEPOK, INDORAYA TODAY – Kota Depok kembali menjadi sorotan dalam dunia pendidikan. Rifky Pratama, praktisi pendidikan, menyebut Depok sebagai “New York”-nya Indonesia karena peran strategisnya sebagai kota penyangga ibu kota. Pernyataan itu disampaikan Rifky dalam forum diskusi publik Indoraya Today Institute edisi ke-3 di Cafe Activator, Pancoran Mas, Rabu (19/11/2025).
Rifky menegaskan, program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) menjadi fondasi pendidikan baru di Kota Depok. “RSSG ini adalah win-win solution. Pemerintah kota memberikan akses pendidikan yang merata, sementara siswa yang belum mampu tetap bisa sekolah tanpa beban finansial,” ujar Rifky.
Menurut Rifky, Depok memikul tanggung jawab lebih karena banyak anak yang bersekolah di kota ini bukanlah warga asli Depok. Hal ini membuat pemerintah kota harus memastikan setiap anak mendapat pendidikan berkualitas. “Secara hukum dan keadilan, pendidikan adalah hak setiap warga negara. RSSG hadir untuk memastikan hak itu terpenuhi,” tambah Rifky.
Tiga pilar utama RSSG, menurut Rifky, adalah keadilan dan hukum, realitas kebutuhan warga, serta kolaborasi antar lembaga pendidikan. Pilar keadilan menekankan kualitas dan efektivitas pendidikan merata, pilar realitas mengatasi tantangan seperti keterbatasan daya tampung dan praktik jual-beli bangku sekolah, sementara pilar kolaborasi menguatkan strategi antar pembangunan pendidikan di Depok.
Rifky juga menyoroti peran teknologi, termasuk AI, dalam mendukung guru. “Guru tak tergantikan oleh AI, tapi bisa memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam pembelajaran. Ini mempermudah proses pelatihan, implementasi, hingga pengukuran capaian siswa,” jelasnya.
Dalam forum itu, Rifky memaparkan bagaimana RSSG membantu mengatasi defisit daya tampung sekolah negeri dan memastikan tidak ada anak putus sekolah. “Sekolah yang sepi pun mendapat manfaat, dan dinas pendidikan bisa mengakomodir siswa dari keluarga kurang mampu,” kata Rifky.
Praktisi pendidikan ini menekankan fleksibilitas kurikulum merdeka sebagai kunci keberhasilan RSSG. Sekolah dapat menajamkan identitasnya, baik berbasis agama, bilingual, maupun internasional, dengan fokus pada capaian pembelajaran siswa.
Diskusi publik ini dihadiri Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto; Wakil Ketua Komisi D DPRD Depok, Igun Sumarno; Kabid SMP Dinas Pendidikan Depok, M. Yusuf; serta praktisi pendidikan Rifky Pratama. Tema yang diangkat, “Mimpi Sekolah Gratis di Kota Penyangga: Efektivitas dan Tantangan Program RSSG Depok”, menjadi wadah evaluasi dan strategi penguatan RSSG.
Forum ini menjadi momentum penting untuk memetakan solusi pendidikan Kota Depok, menguatkan peran pemerintah kota, guru, dan lembaga pendidikan dalam memastikan setiap anak mendapat akses pendidikan yang adil dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan