INDORAYATODAY.COM – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, melakukan kunjungan resmi ke Madinah Al-Munawarah dan bertemu dengan Pimpinan Pengelola Urusan dan Administrasi Masjid Nabawi, Dr. Syekh Muhammad Al-Khudori.

Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat pendidikan Islam serta membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan otoritas Masjid Nabawi.

Dalam keterangan yang diterima, Muzani menjelaskan bahwa disepakati adanya peluang kerja sama dalam bentuk transfer pengetahuan pengelolaan Masjid Nabawi kepada pengelola masjid di Indonesia.

Cakupan transfer ilmu tersebut meliputi berbagai aspek, mulai dari sistem kebersihan yang efisien, tata motif arsitektur yang ikonik, hingga manajemen pelayanan terhadap jutaan umat Muslim yang datang beribadah setiap waktu.

Selain membahas manajemen, delegasi Indonesia turut menyampaikan permintaan resmi untuk penambahan kajian Islam berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi. Saat ini, kajian resmi yang tersedia untuk jamaah Indonesia diketahui hanya satu sesi, yakni selepas salat Magrib.

Pihak Masjid Nabawi menyambut baik usulan ini dan menyatakan kesiapan untuk mengupayakan penambahan tersebut, serta akan berkoordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi.

Meskipun demikian, Muzani menyampaikan apresiasi tinggi terhadap fasilitas yang saat ini sudah berjalan bagi jamaah Indonesia. Fasilitas tersebut mencakup terjemahan khotbah Jumat yang disiarkan langsung dalam bahasa Indonesia.

Serta penyediaan buku-buku keagamaan berbahasa Indonesia di lingkungan Masjid Nabawi. Kunjungan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan keagamaan dan budaya antara kedua negara.

BACA JUGA:  Luruskan Hoaks Bantuan Beras Rp60 Ribu, Wamentan Sudaryono: Itu Harga per Paket 5 Kg