INDORAYATODAY.COM – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) akan mengalami lonjakan target yang sangat signifikan pada tahun 2026.
Peningkatan masif ini diklaim sebagai bentuk komitmen kuat pemerintah dalam menekan jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Indonesia.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menjelaskan bahwa target program bedah rumah pada tahun 2026 akan meningkat hampir sembilan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Target bedah rumah pada 2025 sebanyak 45.000 unit. Namun, pada 2026 target tersebut melonjak menjadi 400.000 unit,” ujar Ara saat jumpa pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (26/11/2025).
Ara menegaskan bahwa lonjakan dari 45.000 menjadi 400.000 unit ini merupakan kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki hunian warga yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni.
“Ini membuktikan Bapak Prabowo, sebagai Presiden, sangat memperhatikan rumah rakyat yang tidak layak huni,” ungkap Menteri Ara.
Program BSPS ini secara khusus digagas untuk menekan jumlah masyarakat yang masih menempati RTLH, yang berdasarkan data terakhir dikabarkan masih mencapai 26,9 juta unit.
Dengan penguatan program bedah rumah yang begitu masif, pemerintah berharap dapat mempercepat upaya pemerataan hunian layak dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

Tinggalkan Balasan