DEPOK, INDORAYA TODAY – Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah, menegaskan pentingnya strategi konkret untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata. Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Kerja DPRD Depok di Depok, Selasa (2/12/2025), yang membahas penguatan tata kelola pemerintahan daerah agar lebih efektif dan akuntabel.

Hamzah menuturkan, sektor pariwisata Depok memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD, terutama jika dikelola secara profesional dan terintegrasi. Ia menekankan perlunya pengembangan destinasi wisata unggulan seperti setu, taman kota, alun-alun, hingga kawasan kuliner dan kampung tematik.

“Peningkatan kualitas destinasi harus menjadi fokus utama. Wisata yang tertata rapi dan menarik akan memicu lonjakan kunjungan, dan otomatis berdampak pada retribusi,” kata Hamzah dalam forum tersebut.

Selain pengembangan destinasi, Hamzah menyoroti pentingnya optimalisasi retribusi pariwisata melalui sistem e-retribusi demi transparansi dan efisiensi. Integrasi retribusi parkir, kebersihan, hingga fasilitas publik juga dinilai dapat memperkuat basis penerimaan daerah.

Ia juga menekankan bahwa sektor investasi perlu digerakkan dengan memberikan kemudahan perizinan bagi investor hotel, restoran, dan tempat hiburan. Kerja sama skema public-private partnership (PPP) disebut menjadi kunci untuk mempercepat pembukaan lapangan usaha pariwisata.

Hamzah menambahkan, penguatan sektor kuliner dan UMKM juga menjadi bagian penting. Kota Depok yang dikenal sebagai kota kuliner memiliki peluang besar melalui penataan sentra kuliner, pelatihan branding UMKM, hingga penyelenggaraan festival kuliner secara rutin.

“Digitalisasi promosi wisata, pengembangan event budaya, serta kolaborasi dengan kampus-kampus besar harus menjadi gerakan bersama. Ini bukan hanya soal pariwisata, tapi pengungkit ekonomi daerah,” ujarnya.

Hamzah menyebut, Pemkot Depok ke depan harus memastikan aksesibilitas wisata makin mudah, termasuk penyediaan shuttle bus wisata, perbaikan rambu, dan penataan moda transportasi menuju lokasi wisata. Segmentasi wisata baru seperti religi, agro-wisata, eco-tourism, hingga wisata edukasi juga dinilai dapat memperluas pasar.

BACA JUGA:  Peringati Hari Buruh, Tirta Asasta Depok Apresiasi Dedikasi Para Pekerja

Ia menutup paparannya dengan menekankan pentingnya profesionalisasi pengelolaan pariwisata melalui penguatan SDM di dinas terkait dan kemitraan dengan operator wisata berpengalaman.

“Jika seluruh langkah ini dijalankan dengan serius, pariwisata Depok bukan hanya hidup, tapi menjadi sektor strategis yang menggerakkan PAD secara berkelanjutan,” tegas Hamzah.