INDORAYATODAY.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) melontarkan sindiran keras kepada para pengembang perumahan karena serapan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini masih rendah.

Padahal, kuota rumah subsidi telah ditingkatkan secara signifikan.

Menteri Ara mengungkapkan, kuota rumah subsidi telah dinaikkan dari 200.300 unit pada tahun 2024 menjadi 350.000 unit pada tahun 2025. Namun, hingga awal Desember ini, realisasinya belum mencapai 250.000 unit.

“Waktu saya jadi Menteri, pertama mereka (pengembang) minta satu ‘tolong kuotanya digedein’. Saya sudah tingkatkan… hari ini saya cek belum sampai 250.000 (serapan rumah subsidinya),” sindir Ara dalam acara Rapimnas Kadin 2025 di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Politisi Gerindra itu mewanti-wanti pengembang agar mempercepat serah terima rumah. Ia khawatir jika target 350.000 unit tidak terealisasi, kuota KPR FLPP tahun depan akan dikurangi oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Di sisi lain, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) masih optimistis target 350.000 unit dapat tercapai, meskipun tahun 2025 tinggal menyisakan kurang dari dua bulan.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mencatat realisasi penyaluran KPR FLPP per Kamis (27/11/2025) baru mencapai 231.343 unit rumah dengan nilai penyaluran sebesar Rp 28,72 triliun.

“Tetap optimistis. Tadi yang sudah masuk sistem antrean saja ada 49.000 lebih,” ungkap Heru.

Untuk menggenjot serapan, Heru menyatakan BP Tapera akan gencar melakukan roadshow ke 10 provinsi dengan potensi penyerapan besar. Pihaknya juga akan mengumpulkan pihak perbankan dan asosiasi pengembang perumahan untuk mengatasi berbagai tantangan di lapangan demi menyukseskan Program 3 Juta Rumah.

BACA JUGA:  Terkait Gelar Pahlawan Soeharto, Begini Kata Ketua MPR Ahmad Muzani