DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) gencar memperkuat upaya memutus rantai penularan Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) di 20 Puskesmas. Program ini telah berlangsung sejak 29 Oktober hingga 23 November 2025 dan menyasar kelompok berisiko tinggi, seperti kontak serumah pasien TBC, ODHIV, penyandang diabetes melitus (DM), orang dengan gizi kurang, serta perokok aktif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, menjelaskan strategi ACF dilakukan melalui skrining gejala, pemeriksaan X-ray, pemeriksaan dahak, pemeriksaan TCM, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi peserta yang memenuhi syarat.

“Dengan pendekatan ini, kami menargetkan deteksi kasus TBC sedini mungkin, sehingga penularan di keluarga maupun lingkungan bisa ditekan,” kata Mary Liziawati di Depok, Jumat (5/12/2025).

Menurut Dinkes Depok, TBC masih menjadi masalah kesehatan prioritas karena adanya missing cases yang belum terdeteksi akibat gejala yang tidak khas, stigma masyarakat, serta rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan. ACF diharapkan mampu menemukan kasus laten maupun aktif sehingga intervensi pengobatan bisa segera diberikan.

Selain pemeriksaan medis, Dinkes Depok juga melakukan edukasi kesehatan terkait etika batuk, pentingnya ventilasi rumah, konsumsi gizi seimbang, serta memastikan pasien menyelesaikan pengobatan selama 6-12 bulan. Kegiatan ini didukung kolaborasi lintas sektor dengan kelurahan, PKK, RT/RW, dan komunitas setempat.

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan jumlah masyarakat yang diperiksa, ditemukannya kasus laten maupun aktif, serta meningkatnya cakupan TPT bagi kontak serumah yang sebelumnya belum mendapatkan terapi.

Mary menegaskan, strategi ACF terbukti efektif meningkatkan deteksi dini dan menurunkan potensi penularan TBC. Pemerintah Kota Depok menargetkan pengurangan missing cases, peningkatan treatment success rate, serta pencapaian eliminasi TBC sesuai target nasional tahun 2030.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Supian Suri Hadiahi Duta GenRe Liburan Gratis, Ini Pesan Menyentuhnya

Dinkes mengimbau masyarakat untuk berperan aktif mengikuti skrining, mendukung pengobatan anggota keluarga, dan bersama-sama menghilangkan stigma terhadap pasien TBC.

“Kesuksesan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Dengan deteksi dini dan pengobatan tepat, kita bisa putus rantai penularan TBC di Kota Depok,” tegas Mary.