DEPOK, INDORAYA TODAY – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pradi Supriatna, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mencegah terjadinya bencana alam, seperti banjir dan longsor.
Pernyataan itu disampaikan Pradi seusai menghadiri kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan yang digelar bersama puluhan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), di kediamannya, Kukusan, Beji, Depok, Jumat (5/12/2025).
“Mulai dari kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, hingga tidak lagi membangun rumah atau bangunan di bantaran sungai dan kawasan resapan air. Ini soal kesadaran kolektif kita semua,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Depok, untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi hingga akhir tahun 2025.
Meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah berfokus pada infrastruktur pengendalian banjir, Pradi menegaskan, bahwa keberhasilan upaya tersebut tidak akan maksimal tanpa partisipasi aktif masyarakat.
Terkait banjir bandang yang melanda Sumatera Barat dan Aceh, Pradi memberikan apresiasi tinggi terhadap respons cepat seluruh elemen masyarakat. Ia mengungkapkan, Pemprov Jabar telah menggalang dana bantuan senilai Rp7 miliar untuk membantu korban banjir di Sumatera dan Aceh.
“Khusus dari Jawa Barat, saya tahu Pak Gubernur langsung mengalokasikan dana sekitar Rp7 miliar yang segera dibelanjakan untuk membantu korban di lapangan. Ini bentuk kepedulian yang sangat tinggi,” katanya.
Pradi juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Depok, Supian Suri, yang turut serta dalam rombongan bersama Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan sejumlah bupati meninjau langsung lokasi bencana.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota. Kunjungan ini tidak hanya membawa bantuan, tapi juga menjadi pembelajaran langsung bagi kita di Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan wilayah hulu yang masih menjadi pekerjaan rumah besar,” ungkap Pradi.
Lebih lanjut, legislator Gerindra itu mengapresiasi masyarakat, kelompok swadaya, dan komunitas yang secara mandiri menggalang serta menyalurkan bantuan langsung ke wilayah terdampak. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan, bahwa masyarakat Indonesia saling menguatkan dan bergotong royong dalam menghadapi musibah bencana alam.
“Solidaritas seperti ini menunjukkan bahwa kita tetap satu dalam menghadapi cobaan. Semoga menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih siaga,” tutup Pradi.

Tinggalkan Balasan