DEPOK, INDORAYA TODAY – Gelaran doa bersama dan Istighotsah yang digelar di kantor Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, pada Sabtu (6/12/2025), tak hanya menjadi ruang peribadatan warga. Acara tersebut juga menjadi aksi solidaritas lintas masyarakat untuk membantu korban banjir di provinsi Aceh dan Sumatera.

Kegiatan ini dihadiri berbagai tokoh dan pemangku wilayah, mulai dari para kiai, guru, alim ulama, ketua RW dan RT, hingga anggota DPRD Kota Depok, Camat Tapos serta perwakilan Lazisnu Kota Depok sebagai lembaga penyalur donasi.

Lurah Cilangkap, Kecamatan Tapos, Galih Catur Prasetya, mengatakan donasi yang terkumpul dalam kegiatan itu mencapai Rp6,3 juta.

“Alhamdulillah, pada kesempatan malam itu terkumpul donasi kurang lebih Rp6.300.000,” ujar Galih, Selasa (9/12/2025).

Dana tersebut langsung diserahkan kepada Lazisnu untuk kemudian disalurkan kepada warga terdampak banjir di Sumatera dan Aceh. Menurut Galih, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan solidaritas warga Cilangkap terhadap mereka yang sedang tertimpa musibah.

Galih menekankan pentingnya tindakan nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengajak warga kembali menanam pohon sebagai investasi masa depan agar lingkungan tetap lestari.

“Bagaimana upaya-upaya kita menjaga lingkungan, di antaranya tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menebang pepohonan secara masif,” ucap dia.

Ia juga menyinggung soal limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah. Ia mendorong warga untuk tidak membuangnya ke selokan atau tanah. “Silakan dikumpulkan dan disetorkan ke Pom SS yang ada di Kelurahan Cilangkap melalui kader-kader PKK,” kata Galih.

Langkah-langkah tersebut, sambung Galih, merupakan respon atas cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda berbagai daerah. Ia pun berharap, masyarakat terdampak banjir di Sumatera dan Aceh diberi kekuatan, serta wilayah mereka dapat segera pulih secara lingkungan maupun ekonomi.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Susun Roadmap, Kebut Alih Kelola dan Penambahan Koridor BisKita Trans Depok

“Melalui kegiatan ini, kami berharap lingkungan kami pun terjaga dari segala musibah. Tentu dengan adanya kolaborasi antara ulama dan umaro,” tutur Galih.