DEPOK, INDORAYA TODAY – Pengerjaan proyek perbaikan dinding penahan tanah (sheetpile) dan peningkatan badan jalan di Jalan Pitara, Pancoran Mas, Depok, akhirnya direalisasikan setelah bertahun-tahun hanya menjadi wacana.
Proyek ini baru bisa dijalankan pada masa kepemimpinan Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah, menyusul ambrolnya badan jalan akibat hujan deras dan tingginya debit air pada musim penghujan.
Ketua LPM Pancoran Mas, Ucam Samsuri, mengatakan pembangunan turap sebenarnya sudah direncanakan beberapa tahun lalu. Namun, pengerjaan baru dilakukan setelah jalan jebol mengancam keselamatan warga.
“Terkait pembangunan turap yang memang sudah direncanakan beberapa tahun lalu, namun baru sekarang terealisasi karena derasnya hujan dan debit air yang cukup besar,” ujar Ucam saat ditemui di lokasi, Rabu (10/12/2025).
Ucam menambahkan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota meninjau langsung lokasi bersama pejabat Dinas PUPR dan Bina Marga. Proyek yang awalnya dianggarkan pada 2026 diprioritaskan lebih cepat karena kondisi genting. “Karena urgent, jadi diprioritaskan untuk perbaikan penancapan-penancapan tiang yang sangat besar,” kata Ucam.
Pengerjaan proyek ini muncul sebagai respons cepat atas kerusakan jalan yang meluap akibat debit air yang melebihi kapasitas. Meski begitu, Ucam berharap pembangunan turap tidak berhenti pada perkuatan struktur jalan. Menurutnya, masalah utama terletak pada kondisi kali yang dangkal dan dipenuhi sampah.
Selama proyek berlangsung, Jalan Pitara ditutup sementara hingga 20 Desember 2025. Ucam mengakui penutupan jalan menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi meminta pengertian warga.
“Wajar ada dampak. Jadi kepada masyarakat dan pengendara yang lewat Jalan Raya Pitara, mohon pengertiannya dengan sangat, ya ditutup sampai tanggal 20,” ungkap dia.
Proyek dimulai pada 8 Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada 30 Desember, mencakup penancapan tiang, pengecoran, dan perataan struktur atas.
Nanjarudin (50), warga sekitar, menuturkan pembangunan turap sudah lama diusulkan melalui LPM, RT, RW, dan kelurahan. Longsor yang terjadi beberapa waktu lalu membuat proyek ini tak bisa lagi ditunda.
“Debit air sudah melebihi kapasitas, deras sekali. Timbul longsor itu. Jadi kami usulkan turap, dan alhamdulillah akhirnya dikabulkan dan dikerjakan hari ini,” ucapnya.
Dengan pengerjaan turap yang kini berjalan, warga berharap Jalan Pitara kembali aman dilalui dan risiko longsor tidak lagi mengancam selama musim hujan.

Tinggalkan Balasan