DEPOK, INDORAYA TODAY – Anggota Komisi D DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Gerindra, Turiman, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Wali Kota Depok terkait Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah. Menurut dia, kehadiran ayah saat pengambilan rapor memiliki dampak psikologis yang kuat bagi anak.

“Saya sangat setuju dengan Surat Edaran Wali Kota berkaitan dengan pengambilan rapor oleh ayah,” kata Turiman, Selasa (23/12/2025), bertepatan dengan hari serentak penerimaan rapor pelajar di Kota Depok.

Turiman mengungkapkan, pada hari yang sama dirinya juga tengah berada di pesantren untuk menjemput anaknya sekaligus mengambil rapor. Ia menilai, keterlibatan ayah dalam momen tersebut memberikan rasa perhatian yang lebih kepada anak.

“Secara psikologis anak merasa ada perhatian khusus. Apalagi anak saya kebetulan mondok di pesantren,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini dirinya selalu berusaha hadir setiap kali pengambilan rapor. Menurut Turiman, peran ayah tidak boleh dipandang sebelah mata dalam proses pendidikan anak.

“Setiap saat pengambilan rapor, saya selalu ikut. Anak merasa bangga ketika ayahnya hadir langsung,” kata dia.

Turiman meyakini, kebijakan ini sangat relevan diterapkan di Depok, khususnya bagi siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA. Ia menyebut, banyak anak yang secara emosional mendambakan kehadiran ayah di sekolah.

“Putra-putri kita sangat membutuhkan kehadiran ayah. Itu membangun rasa percaya diri dan kebanggaan anak,” ucap Turiman.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok melalui Wali Kota Supian Suri menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.3/871/Disdik/2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 dalam rangka mendukung program nasional Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

BACA JUGA:  Golkar Depok Dukung Rencana Rumah Didik Anak Istimewa di Eks SDN Pondok Cina 1

Melalui gerakan ini, Pemkot Depok mendorong peran aktif ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur pendamping dan teladan di lingkungan keluarga.