DEPOK, INDORAYA TODAY – Wali Kota Depok Supian Suri berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek infrastruktur di sejumlah wilayah. Evaluasi ini dilakukan menyusul keluhan warga yang terdampak aktivitas pembangunan, mulai dari gangguan akses jalan hingga aktivitas harian masyarakat.
Supian secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga Depok yang merasa terganggu akibat pengerjaan proyek infrastruktur. Ia menegaskan, keluhan masyarakat menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk memperbaiki pola pembangunan ke depan.
“Pertama saya mohon maaf kepada warga dengan kondisi yang terganggu. Ini menjadi evaluasi kami,” kata Supian, Rabu (24/10/2025), usai memonitor langsung sejumlah proyek di wilayah Cipayung, Pancoran Mas, dan Limo.
Menurut Supian, salah satu persoalan utama adalah pola pembangunan yang dilakukan secara bertahap dengan volume pendek. Pola ini dinilai justru membuat masyarakat berulang kali merasakan dampak pembangunan setiap tahun.
Ia mencontohkan, pembangunan infrastruktur dengan panjang hanya sekitar 60 meter berpotensi menimbulkan gangguan yang terus berulang. Sebaliknya, jika proyek dilakukan dengan volume lebih panjang sekaligus, dampak terhadap warga bisa ditekan karena pekerjaan tidak berulang dalam waktu dekat.
“Kalau bisa dibangun dengan volume yang lebih panjang, mudah-mudahan kondisi gangguannya tidak sering dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Supian menegaskan, pembangunan infrastruktur di Depok memang ditujukan untuk kepentingan warga. Namun, Pemkot Depok akan berupaya agar proses pengerjaan tidak berlangsung terlalu lama dan tidak berlarut-larut mengganggu jalur yang dilalui masyarakat.
Selain soal teknis pembangunan, Supian juga menyoroti pentingnya perubahan pola penganggaran. Ia menegaskan, Pemkot Depok tidak ingin lagi menunggu kerusakan parah atau longsor baru melakukan perbaikan.
“Alokasi anggaran ke depan akan lebih diprioritaskan, supaya tidak terjadi nunggu longsor baru kita lakukan perbaikan,” kata Supian.
Dalam kesempatan itu, Supian juga mengajak masyarakat Depok untuk terus mendukung program pembangunan, termasuk dengan memenuhi kewajiban membayar pajak. Menurutnya, tantangan pembangunan infrastruktur di Depok masih sangat besar.
Ia mengungkapkan, kebutuhan pembangunan turap di sepanjang aliran sungai, khususnya dari kawasan Jalan Pramuka Pramuka hingga perbatasan Jakarta, mencapai panjang sekitar tujuh kilometer. Angka tersebut belum termasuk kebutuhan infrastruktur di wilayah lain.
“Belum lagi jalan Pitara, jalan arah Cipayung berbatasan dengan Bogor, dan ini baru jalur sungai Kali Krukut. PR kita masih banyak,” tutur Supian.
Supian menegaskan, evaluasi total ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Depok untuk menghadirkan pembangunan yang lebih terencana, efisien, dan minim gangguan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan