INDORAYATODAY.COM – Sosok pelatih asal Inggris, John Herdman, santer dikabarkan bakal segera menakhodai Timnas Indonesia. Mantan pelatih timnas Kanada tersebut diperkirakan akan diperkenalkan secara resmi oleh PSSI pada awal Januari 2026 dengan durasi kontrak dua tahun serta opsi perpanjangan.
Kehadiran Herdman di kursi kepelatihan diyakini akan membawa angin perubahan besar dalam komposisi pemain. Sebagai pelatih yang mementingkan aspek fisik dan intensitas permainan tinggi selama 90 menit, sejumlah nama yang selama ini menjadi langganan atau andalan di era sebelumnya diprediksi bakal terpinggirkan.
Setidaknya, terdapat tiga nama pemain naturalisasi yang posisinya dinilai rawan dalam skema permainan Herdman. Mereka adalah Stefano Lilipaly (Dewa United), Marc Klok (Persib Bandung), dan penyerang muda Mauro Zijlstra (FC Volendam).
Kendala Fisik dan Menit Bermain Faktor usia dan ketahanan fisik menjadi ganjalan utama bagi Stefano Lilipaly. Di usia yang menginjak 35 tahun, Lilipaly dinilai akan sulit mengimbangi gaya permainan high-pressing yang kerap diterapkan Herdman. Pandangan ini senada dengan evaluasi mantan pelatih Timnas sebelumnya, Shin Tae-yong, yang sempat menyebut kendala fisik menjadi alasan Lilipaly sulit bersaing di level Asia yang kompetitif.
Sementara itu, nasib Mauro Zijlstra juga menjadi sorotan. Meskipun sempat menjadi tumpuan di bawah arahan Patrick Kluivert, Zijlstra kini tengah berjuang mendapatkan menit bermain di tim senior FC Volendam. Hingga pertengahan musim 2025/2026, ia lebih banyak menghabiskan waktu di tim U-21. Performa yang dinilai belum maksimal saat membela Timnas U-23 di SEA Games 2025 menjadi catatan tambahan bagi staf pelatih baru.
Persaingan Lini Tengah Di sektor gelandang, Marc Klok menghadapi tantangan berat seiring melimpahnya stok pemain di lini tengah Garuda. Kehadiran nama-nama seperti Thom Haye, Nathan Tjoe-A-On, Ivar Jenner, hingga Joey Pelupessy membuat persaingan memperebutkan posisi utama semakin ketat.
John Herdman dikenal sebagai pelatih yang disiplin dalam memilih pemain berdasarkan performa terkini dan konsistensi di klub masing-masing. Transformasi skuat ini diharapkan dapat meningkatkan standar permainan Indonesia di kancah internasional, meskipun harus mengorbankan sejumlah nama besar yang selama ini akrab di telinga pecinta sepak bola tanah air.

Tinggalkan Balasan