INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase perluasan signifikan pada awal 2026. Mulai 8 Januari 2026, sebanyak 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) siap beroperasi serentak untuk melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.

Perluasan layanan MBG ini merupakan kelanjutan dari fase awal pelaksanaan program sepanjang 2025. Pada tahap awal, MBG mulai dijalankan pada 6 Januari 2025 dengan dukungan 190 SPPG dan menjangkau sekitar 570 ribu penerima manfaat.

Fase awal tersebut difokuskan pada penguatan sistem, kesiapan operasional, serta penyempurnaan tata kelola layanan gizi. Pemerintah menempatkan aspek akuntabilitas dan keterukuran sebagai fondasi utama agar program dapat dikembangkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa capaian sepanjang 2025 menjadi tonggak penting dalam pembangunan sistem pemenuhan gizi nasional. Menurut dia, peningkatan jumlah SPPG dilakukan secara terencana untuk memastikan kesiapan layanan sebelum memasuki fase skala besar.

“Tahun 2025 kami gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Dari 190 SPPG di awal tahun hingga 19.188 SPPG di akhir tahun, ini menunjukkan kerja masif dan terukur dalam menyiapkan layanan MBG,” kata Dadan di Jakarta, Jumat (02/01/2026).

Dengan kesiapan tersebut, MBG dapat langsung menjangkau puluhan juta penerima manfaat sejak awal 2026 tanpa harus melalui fase penyesuaian ulang.

Dadan menegaskan bahwa pada 2026, MBG tidak hanya berfokus pada intervensi gizi melalui penyediaan makanan bergizi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan di tingkat SPPG. Penguatan standar layanan dinilai penting agar manfaat program benar-benar dirasakan secara merata.

“Mulai 8 Januari 2026, MBG langsung melayani lebih dari 55 juta penerima manfaat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Mensesneg Sebut Alokasi Beasiswa LPDP 80 Persen untuk Bidang STEM

Selain peningkatan layanan, BGN juga menempatkan edukasi gizi sebagai bagian dari strategi program. Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memilih dan mengonsumsi makanan sehat serta bergizi seimbang.

Menurut Dadan, pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun pola konsumsi sehat sejak dini. MBG juga diproyeksikan terus diperluas, dengan target jumlah penerima manfaat mencapai 82,9 juta orang pada tahap berikutnya.

Dengan pengoperasian serentak 19.188 SPPG mulai 8 Januari 2026, program Makan Bergizi Gratis memasuki fase implementasi skala besar. Pemerintah menargetkan tidak hanya perluasan cakupan penerima manfaat, tetapi juga peningkatan kualitas layanan dan edukasi gizi sebagai fondasi pembangunan kesehatan masyarakat jangka panjang.