INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas kinerja cepat Badan Pengelola Investasi Danantara dalam menyediakan hunian sementara bagi warga terdampak bencana. Dalam waktu delapan hari, ratusan unit rumah berhasil dibangun sebagai bentuk kehadiran negara meringankan penderitaan rakyat.
Pembangunan hunian sementara (huntara) tersebut dimulai pada 24 Desember dan berhasil menyelesaikan 600 unit dalam waktu delapan hari. Presiden Prabowo menilai capaian tersebut sebagai bukti konkret respons cepat pemerintah dalam menangani dampak bencana dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Apresiasi itu disampaikan Prabowo saat mengunjungi Aceh Tamiang, Kamis (01/01/2026). Dalam kunjungan tersebut, Presiden menegaskan bahwa kecepatan pembangunan hunian menjadi kunci agar warga terdampak dapat segera kembali menata kehidupan mereka dengan layak.
“Danantara membuktikan dalam delapan hari bisa membangun 600 hunian yang menurut saya cukup baik. Fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi dan meringankan penderitaan rakyat. Itu merupakan kewajiban kita sebagai pejabat dan pemimpin,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, fokus utama pemerintah saat ini bukan semata pembangunan fisik, tetapi memastikan masyarakat terdampak bencana dapat hidup dengan bermartabat. Oleh karena itu, hunian sementara harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan mendukung aktivitas sehari-hari warga.
Dalam proses pembangunan, Presiden juga memberikan arahan agar pengerjaan dilakukan secara efisien dengan memanfaatkan potensi lokal. Ia mendorong penggunaan bahan sederhana namun fungsional untuk meningkatkan kenyamanan di dalam hunian.
“Solusinya tidak usah mahal-mahal, bisa dari bahan lokal atau tekstil untuk melapisi seng agar tidak panas. Ini adalah bentuk kreativitas orang-orang di lapangan,” katanya.
Meski dibangun dengan konsep modular dan waktu yang singkat, setiap unit hunian tetap dirancang untuk mendukung kualitas hidup penghuninya. Huntara tersebut dilengkapi dua kasur, lemari, kipas angin, serta akses listrik dan jaringan Wi-Fi gratis.
Selain fasilitas di dalam unit, pemerintah juga menyediakan sarana pendukung lingkungan, seperti MCK komunal, klinik kesehatan, dan taman bermain anak. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menjaga kesehatan lingkungan serta mendukung kebutuhan sosial warga terdampak, terutama anak-anak.
Keberhasilan pembangunan 600 unit tahap awal ini menjadi pijakan bagi rencana lanjutan pemerintah. Danantara diproyeksikan mampu membangun hingga 15.000 unit hunian sementara dalam waktu tiga bulan ke depan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan hunian sementara harus berjalan seiring dengan pemulihan martabat warga terdampak bencana. Melalui kerja cepat Danantara dan semangat gotong royong, pemerintah berupaya memastikan setiap korban bencana mendapatkan rasa aman, kenyamanan dasar, dan kesempatan untuk kembali memulai kehidupan. ***

Tinggalkan Balasan