DEPOK, INDORAYA TODAY – Kesempatan kuliah gratis kini terbuka lebar bagi warga Depok dari keluarga kurang mampu. Pemerintah Kota Depok menggulirkan kembali program beasiswa penuh yang menanggung seluruh biaya pendidikan hingga lulus di 23 perguruan tinggi negeri dan swasta yang telah menjalin kerja sama resmi.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dibebaskan dari uang kuliah, tetapi juga memperoleh bantuan biaya buku hingga transportasi. Skema tersebut dirancang untuk memastikan akses pendidikan tinggi tidak lagi terhambat faktor ekonomi.
Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Devi Mayori, mengatakan pola seleksi penerima beasiswa tahun ini mengalami perubahan mendasar. Jika sebelumnya mahasiswa diwajibkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertentu, kini persyaratan tersebut ditiadakan demi memperluas jangkauan penerima.
“Sekarang syarat utamanya adalah masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN), bukan lagi DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Program ini sejalan dengan Inpres Nomor 4 Tahun 2025 dari Pak Prabowo,” ujar Devi saat ditemui di Balai Kota Depok, belum lama ini.
Ia menjelaskan, DTSN merupakan basis data nasional hasil integrasi sejumlah kementerian dan lembaga untuk memotret kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih akurat. Data tersebut menjadi acuan utama dalam penyaluran berbagai bantuan, termasuk beasiswa pendidikan tinggi.
“Yang berhak menerima beasiswa adalah warga dengan status ekonomi Desil 5 ke bawah,” katanya.
Proses pendaftaran beasiswa dilakukan melalui masing-masing kampus mitra. Perguruan tinggi akan menyeleksi calon mahasiswa sesuai kriteria, lalu mengajukan data ke Pemkot Depok untuk diverifikasi sebelum bantuan dicairkan.
“Dana beasiswa nanti langsung ditransfer ke rekening mahasiswa. Biaya kuliah, buku, hingga transport ditanggung penuh sampai lulus,” ungkapnya.
Untuk mahasiswa reguler program Sarjana (S1), Diploma 3 (D3), dan Diploma 4 (D4) nonvokasi, nilai bantuan mencapai Rp 23 juta per tahun. Adapun mahasiswa program vokasi plus sertifikasi memperoleh bantuan lebih besar, yakni hingga Rp 38 juta per tahun.
“Semuanya gratis, asal memenuhi syarat dan terdaftar di DTSN,” tegas Devi.
Saat ini, Pemkot Depok telah menyalurkan beasiswa kepada 30 mahasiswa melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2025. Jumlah tersebut akan meningkat signifikan pada tahun depan.
“Targetnya hingga masa jabatan Pak Wali Kota selesai, sudah ada seribu mahasiswa penerima beasiswa,” ujar Devi.
Pemkot Depok juga menyiapkan strategi sosialisasi masif hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan agar informasi program ini menjangkau lebih banyak warga.
“Nanti kita akan buat flyer dan sosialisasi langsung ke masyarakat,” tambahnya.
Adapun 23 perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Pemkot Depok dalam program kuliah gratis tahun ini adalah:
1. Akademi Keperawatan Berkala Widya Husada
2. Akademi Kimia Analis Caraka Nusantara
3. Institut STIAMI
4. Politeknik Karya Husada
5. Politeknik LP3I Jakarta Kampus Depok
6. Politeknik Negeri Jakarta
7. Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta
8. STAI Al Qudwah Depok
9. STIE Manajemen Bisnis Indonesia
10. STIHP Pelopor Bangsa
11. STIKES Pelita Ilmu Depok
12. STIKES Raflesia
13. Universitas Bina Sarana Informatika
14. Universitas Gunadarma
15. Universitas Indonesia
16. Universitas Indonesia Maju
17. Universitas Indraprasta PGRI
18. Universitas Jayabaya
19. Universitas Nasional
20. Universitas Nusa Mandiri
21. Universitas Pamulang
22. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta
23. Universitas Terbuka
“Program ini bukan sekadar bantuan biaya kuliah, tapi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Depok yang unggul dan siap menuju Indonesia Emas,” tuntas Devi.

Tinggalkan Balasan