DEPOK, INDORAYA TODAY – Suasana peresmian gedung baru SMP Negeri 3 Depok mendadak berubah hening. Seorang siswi kelas IX berdiri di hadapan Wali Kota Depok, Supian Suri. Suaranya pelan, tapi isinya dalam. Ia bicara bukan hanya untuk dirinya, melainkan untuk ratusan teman sekelasnya.

“Saya ingin menyampaikan perasaan kami semua,” ucap Evelyn Greselda, siswi SMPN 3 Depok, yang akrab disebut Bento. Kalimat sederhana itu langsung mencuri perhatian.

Evelyn menumpahkan rasa syukur yang selama ini dipendam. Gedung baru sekolahnya bukan sekadar bangunan beton, melainkan harapan baru bagi siswa yang bertahun-tahun belajar dalam keterbatasan.

“Kami sangat senang dan bersyukur. Dengan gedung baru ini, kami jadi lebih bersemangat. Rasanya lebih nyaman dan sangat mendukung kegiatan belajar mengajar,” katanya, Kamis (8/1/2026).

Di hadapan wali kota, curhat itu terdengar jujur. Tak dibuat-buat. Sebuah pengakuan polos dari pelajar SMP yang akhirnya merasakan ruang belajar layak.

Wali Kota Depok Supian Suri menyimak langsung ungkapan tersebut. Baginya, suara Evelyn adalah potret harapan banyak murid dan guru yang selama ini mengeluhkan kondisi gedung sekolah.

“Ini wujud dari harapan banyak murid dan kepala sekolah yang beberapa kali bercerita tentang kondisi gedung,” ujar Supian.

Pemerintah Kota Depok menggelontorkan anggaran sekitar Rp28 miliar untuk membangun gedung baru SMPN 3 Depok dengan total 33 ruang kelas. Menurut Supian, kapasitas ruang sudah mencukupi, meski masih ada pekerjaan rumah lain.

“Yang masih kurang itu mebelernya. Mudah-mudahan bisa kita cukupkan, meski tidak semuanya, mungkin setengahnya dulu,” katanya.

Supian juga menegaskan bahwa perbaikan fasilitas pendidikan tetap menjadi perhatian, meski pada 2026 Pemkot Depok memprioritaskan pelebaran Jalan Raya Sawangan. Salah satu fokus pembangunan sekolah tahun depan adalah SD Negeri Cinere 1 yang kondisinya dinilai memprihatinkan.

BACA JUGA:  Supian Suri Pastikan Sekolah Swasta Gratis Tak Sekadar Janji, Guru hingga Infrastruktur Dievaluasi

Sekolah-sekolah tua yang dibangun sejak era 1980-an dan belum pernah direnovasi pun masuk daftar pekerjaan rumah Pemkot. Supian berharap, persoalan tersebut bisa dituntaskan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Di hari itu, suara seorang siswi SMP menjadi pengingat. Bahwa bangunan sekolah bukan sekadar proyek fisik, tapi ruang tumbuh bagi mimpi-mimpi kecil yang menunggu diwujudkan.