INDORAYATODAY.COM, LONDON – Suasana halaman 10 Downing Street, London, mendadak mencair saat Presiden RI Prabowo Subianto tiba untuk bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Selasa (20/01/2026) siang waktu setempat.

Bukan hanya agenda diplomatik yang menyita perhatian, tetapi juga kemunculan sosok tak terduga, yakni Larry the Cat, kucing ikonik yang selama bertahun-tahun menjadi “penghuni tetap” kantor Perdana Menteri Inggris.

Prabowo disambut langsung oleh Keir Starmer di depan pintu hitam bernomor 10 yang legendaris. Keduanya berjabat tangan dan bertukar sapa singkat sebelum memasuki agenda resmi. Namun, momen formal itu seketika berubah ringan ketika seekor kucing berbulu abu-abu putih melenggang santai melintas di hadapan mereka.

Larry the Cat, yang menyandang gelar tidak resmi Chief Mouser to the Cabinet Office, tampak berjalan tanpa canggung di tengah protokol kenegaraan yang ketat. Kehadirannya membuat Prabowo dan Starmer sama-sama tersenyum, bahkan sempat menoleh mengikuti langkah sang kucing.

Momen kecil tersebut memberi nuansa berbeda dalam pertemuan tingkat tinggi dua kepala pemerintahan. Prabowo tampak menikmati suasana santai itu, yang disebut mengingatkannya pada kucing kesayangannya, Bobby Kertanegara, yang kerap muncul di sejumlah momen resmi Presiden di dalam negeri. Kehadiran hewan peliharaan di ruang-ruang kekuasaan seolah memberi sentuhan manusiawi di tengah dinamika diplomasi global yang sarat kepentingan strategis.

Di balik suasana cair tersebut, kunjungan Prabowo ke Inggris membawa agenda penting. Presiden Prabowo dan PM Keir Starmer dijadwalkan membahas penguatan hubungan bilateral, termasuk kerja sama ekonomi melalui skema Economic Growth Partnership (EGP).

Selain itu, kedua negara juga mendorong kerja sama maritim, di antaranya proyek pembangunan kapal tangkap ikan untuk nelayan Indonesia, sebagai bagian dari penguatan kapasitas sektor kelautan nasional.

BACA JUGA:  Prabowo Tegaskan Proyek Tanggul Laut Pantura Dimulai Segera: Bukan Lagi Wacana!

Indonesia dan Inggris telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1949. Kerja sama kedua negara terus berkembang, mencakup sektor ekonomi, maritim, pendidikan, hingga isu-isu global yang menjadi perhatian bersama.

Di tengah pembahasan serius mengenai masa depan kemitraan strategis Indonesia–Inggris, kehadiran Larry the Cat menjadi pengingat bahwa diplomasi tidak selalu berlangsung kaku. Kadang, sebuah senyum atau langkah santai seekor kucing cukup untuk mencairkan suasana. ***