BEKASI, INDORAYA TODAY – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menyambut positif kebijakan pemerintah pusat yang mendorong penguatan tata kelola stadion agar lebih profesional dan berkelanjutan.

Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bekasi menjadikan stadion tidak sekadar fasilitas olahraga, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Pemerintah daerah menyambut positif kebijakan ini. Kota Bekasi memiliki cita-cita yang sama, stadion harus menjadi sport tourism serta pusat aktivitas olahraga dan UMKM yang produktif,” kata Abdul Harris Bobihoe.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Forum Diskusi Aktual Strategi Pengelolaan Kawasan Stadion Sepak Bola di Daerah Berbasis Pemberdayaan UMKM di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Menurut Harris, stadion idealnya dikelola secara profesional agar memberi dampak langsung bagi masyarakat, termasuk membuka ruang usaha dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.

Ia menegaskan, pengelolaan stadion ke depan juga harus mampu berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Stadion harus mendorong kewirausahaan, memperkuat ekonomi kreatif, serta meningkatkan daya saing industri olahraga nasional,” ujarnya.

Harris menambahkan, kawasan stadion berpotensi menjadi magnet penyelenggaraan berbagai event berskala besar yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, pengelolaan stadion yang optimal diyakini dapat meningkatkan indeks kesehatan masyarakat sekaligus menekan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Forum tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola klub, serta pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan skema tata kelola stadion yang efektif dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Serah Terima Jabatan di Sawangan Depok, Para Lurah Baru Diminta Terapkan Sifat Rasulullah dalam Memimpin