INDORAYATODAY.COM – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menutup operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Keputusan ini diambil setelah tim gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban dan menemukan kotak hitam (black box) pesawat tersebut.
Pesawat yang mengangkut 10 orang penumpang itu dilaporkan menabrak gunung akibat cuaca ekstrem pada Sabtu (17/1/2026) lalu. Penutupan operasi dilakukan setelah evaluasi mendalam terhadap hasil pencarian di lapangan selama satu pekan terakhir.
“Setelah mempertimbangkan hasil pencarian, evakuasi, serta evaluasi di lapangan, maka Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini kami nyatakan ditutup,” ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
Selama operasi berlangsung, Tim SAR gabungan berhasil mengamankan 11 paket jenazah, yang terdiri dari 10 paket body pack dan satu paket body part. Seluruh temuan tersebut kini telah berada di tangan tim ahli untuk proses lebih lanjut.
“Seluruh paket yang ditemukan telah dievakuasi dan diserahkan kepada Bidokkes Polda Sulawesi Selatan untuk proses identifikasi sesuai dengan prosedur yang berlaku,” lanjut Syafii.
Selain evakuasi korban, penemuan kotak hitam menjadi pencapaian krusial dalam operasi ini. Saat ini, perangkat tersebut telah diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan nahas tersebut.
Meski status operasi telah ditutup per Jumat (23/1/2026), Basarnas menegaskan bahwa pihaknya tetap memantau hasil identifikasi tim forensik dan KNKT. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara temuan di lapangan dengan data manifest penumpang.
Syafii menegaskan, jika di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian data identitas atau jumlah korban, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk membuka kembali jalur pencarian.
“Apabila nantinya hasil identifikasi menyatakan bahwa jumlah paket yang ditemukan tidak sesuai dengan data manifest, maka operasi SAR dapat dibuka kembali,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan