INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Polda Metro Jaya mengintensifkan Operasi Pekat Jaya 2026 menjelang bulan suci Ramadhan guna menekan berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari tawuran, aksi geng motor, hingga kejahatan jalanan yang dinilai rawan meningkat pada periode tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan, operasi ini difokuskan pada penciptaan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif agar warga dapat menjalankan aktivitas harian serta ibadah Ramadhan dengan aman dan nyaman.

“Operasi ini bertujuan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan kegiatan sehari-hari serta ibadah di bulan suci Ramadhan dengan tertib,” ujar Asep.

Menurutnya, menjelang Ramadhan potensi gangguan kamtibmas cenderung meningkat. Bentuk gangguan tersebut meliputi tawuran antarkelompok, keributan yang melibatkan geng motor, praktik premanisme, hingga berbagai tindak kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.

Asep menjelaskan, sejumlah faktor kerap memicu meningkatnya gangguan keamanan, di antaranya konsumsi minuman keras, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, provokasi melalui media sosial, serta tekanan sosial dan ekonomi yang meningkat menjelang Ramadhan.

Kondisi tersebut, kata dia, tidak dapat dibiarkan karena berpotensi menimbulkan korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, serta menurunkan rasa aman masyarakat di ruang publik.

Melalui Operasi Pekat Jaya 2026, kepolisian akan melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap berbagai bentuk kekerasan jalanan dan tindak pidana yang mengganggu ketertiban umum. Namun demikian, Kapolda menekankan bahwa pendekatan penindakan tetap harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Seluruh personel harus bertindak sesuai prosedur dan menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak asasi manusia,” tegas Asep.

Selain penindakan, operasi ini juga menitikberatkan pada langkah preventif dan preemtif. Patroli kewilayahan akan diperkuat, disertai deteksi dini terhadap potensi konflik serta pembinaan kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Didesak Tegur Tito Soal Sengketa 4 Pulau Aceh Pindah ke Sumut: Harus Ada Sanksi

Pendekatan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat turut menjadi bagian dari strategi pencegahan, guna membangun kesadaran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya selama Ramadhan.

Sebanyak 675 personel dikerahkan dalam Operasi Pekat Jaya 2026. Mereka diminta memahami karakteristik wilayah tugas masing-masing, meningkatkan kewaspadaan, serta responsif terhadap setiap dinamika situasi di lapangan.

Polda Metro Jaya berharap, melalui operasi ini, situasi keamanan di Jakarta menjelang dan selama bulan Ramadhan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa gangguan keamanan. ***