INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Depok. Selain membuka lapangan kerja baru, program ini juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.

Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, Turiman, mengatakan dampak tersebut sudah mulai dirasakan secara nyata di wilayah Kecamatan Sukmajaya.

“Dengan adanya program Pak Presiden Prabowo Subianto terkait Makan Bergizi Gratis, penyerapan tenaga kerja di Depok cukup signifikan,” ujar Turiman, Sabtu (31/01/2026).

Ia mencontohkan, di Kecamatan Sukmajaya saat ini terdapat 25 dapur MBG yang sudah beroperasi. Setiap dapur, kata dia, rata-rata menyerap sekitar 50 tenaga kerja, di luar tenaga inti seperti ketua dapur dan ahli gizi yang berasal dari pusat.

“Kalau kita ambil angka minimal 50 orang per dapur, berarti 50 dikali 25. Itu sudah sekitar 1.250 tenaga kerja yang terserap hanya dari dapur MBG di Sukmajaya,” kata Turiman.

Menurut Turiman, dampak MBG tidak hanya dirasakan oleh tenaga kerja yang terlibat langsung di dapur, tetapi juga oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.

“Gairahnya terasa sekali di masyarakat. Bukan hanya tenaga kerja di dapur MBG, tetapi UMKM juga cukup bergairah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah kebutuhan pendukung program MBG, seperti makanan ringan dan menu kering, banyak disuplai oleh UMKM lokal. Hal tersebut membuka peluang usaha baru dan memperluas manfaat ekonomi program di tingkat masyarakat.

“Untuk snack-snack dan makanan kering, itu kita ambil dari UMKM. Jadi penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi berjalan bersamaan,” kata Turiman.

Turiman menilai program MBG berpotensi terus meningkatkan penyerapan tenaga kerja secara lebih luas di Kota Depok seiring bertambahnya jumlah dapur yang beroperasi. Meski belum menghitung secara rinci total penyerapan tenaga kerja di seluruh Depok, ia memastikan dampaknya sudah terasa di lapangan.

BACA JUGA:  Hamzah Ajak Warga Depok Bersatu Bangun Kota dan Wujudkan Indonesia Raya

“Kalau di Depok secara keseluruhan jumlahnya cukup banyak. Yang saya hafal memang di Sukmajaya ada 25 dapur. Tapi yang jelas, dampaknya sangat terasa,” ujarnya.

Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut dan diperluas karena dinilai tidak hanya menyentuh aspek gizi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. ***