INDORAYATODAY.COM, KABUPATEN BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto membagikan sejumlah cerita tak biasa yang masuk ke layanan darurat Command Center 112 Kabupaten Bogor. Kisah-kisah tersebut menjadi gambaran pendekatan pelayanan publik yang humanis, responsif, dan hadir dalam berbagai situasi masyarakat.

Menurut Rudy Susmanto, Command Center 112 Kabupaten Bogor beroperasi selama 24 jam dan tidak hanya menerima laporan bencana alam atau kebakaran. Dalam praktiknya, layanan ini juga menampung beragam laporan warga yang bersifat tak terduga, bahkan unik, namun tetap membutuhkan respons cepat dari petugas.

Salah satu laporan yang sempat terjadi adalah kejadian warga yang mengalami kondisi tidak biasa, yakni terjepit resleting. Dalam peristiwa tersebut, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor harus turun tangan untuk memberikan bantuan secara langsung. Penanganan dilakukan sebagai bagian dari tugas pelayanan, meskipun kasus tersebut berada di luar penanganan darurat pada umumnya.

Selain itu, Rudy juga mengungkapkan adanya warga yang mendatangi kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor bukan untuk melaporkan kejadian darurat, melainkan untuk merayakan ulang tahun. Warga tersebut datang karena tidak memiliki pasangan untuk merayakan momen pribadinya. Peristiwa ini bahkan sempat menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial.

Rudy menilai, beragamnya karakter dan latar belakang masyarakat membuat pemerintah daerah harus mampu bersikap adaptif. Layanan publik, kata dia, tidak bisa diseragamkan hanya untuk kondisi ideal, melainkan harus hadir dalam berbagai situasi yang dihadapi warga.

“Kami berusaha melayani sebaik mungkin, meski tentu masih ada kekurangan,” ujar Rudy Susmanto.

Ia menambahkan, pendekatan pelayanan yang dilakukan pemerintah daerah tidak hanya bertumpu pada prosedur, tetapi juga pada empati dan kehadiran negara di tengah masyarakat. Menurutnya, cerita-cerita unik tersebut justru menjadi cerminan bahwa pemerintah harus siap mendengar dan merespons kebutuhan warga, sekecil apa pun itu.

BACA JUGA:  Hadiri Maulid Nabi, Abdul Harris Serukan Kebersamaan Warga Bekasi Meneladani Rasulullah

Lebih lanjut, Rudy menekankan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu menghadirkan hiburan atau membuat masyarakat tertawa. Hal yang lebih penting, kata dia, adalah menciptakan rasa aman dan kesejahteraan agar masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan tenang.

“Kalau tersenyum itu artinya kebutuhan di rumah tercukupi dan anak-anak bisa bersekolah,” kata Rudy.

Ia menegaskan, pelayanan publik yang ideal membutuhkan kerja keras seluruh unsur pemerintah daerah, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan masyarakat. Tanpa keterlibatan semua pihak, kualitas layanan tidak akan berjalan optimal.

Melalui berbagai kisah yang masuk ke Command Center 112, Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya menunjukkan wajah pelayanan publik yang humanis dan responsif. Rudy Susmanto mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar pemerintah daerah mampu menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga Kabupaten Bogor. ***