DEPOK, INDORAYA TODAY – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri (PN) Depok mengejutkan banyak pihak. Bukan hanya satu pejabat, KPK mengamankan lebih dari satu unsur pimpinan, mulai dari Wakil Ketua, Ketua, hingga jurusita.

Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Hery Supriyono, mengaku sangat prihatin dan terpukul atas peristiwa yang tidak pernah diharapkan tersebut. Ia menyebut pimpinan sejatinya telah berulang kali mengingatkan jajaran agar menjauhi praktik pelayanan yang menyimpang.

“Sebagai pimpinan tentu kami prihatin. Ini kejadian yang sebetulnya tidak kita inginkan, tetapi tetap terjadi,” ujar Hery saat berkunjung ke PN Depok, Jumat (6/2/2026).

Hery menegaskan, imbauan kepada jajaran di bawahnya agar memberikan pelayanan maksimal dan bersih sudah sering disampaikan. Namun, menurutnya, kejadian ini tetap harus diterima sebagai fakta yang kini sedang diproses secara hukum.

“Kita sudah berusaha mencegah, sudah mengingatkan adik-adik kita. Tapi karena ini sudah terjadi, maka kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang berwenang,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pimpinan PT Bandung ikut merasakan pukulan moral atas kasus yang menjerat lebih dari satu unsur pimpinan PN Depok tersebut.

“Pimpinan dari PT juga sangat prihatin dan cukup terpukul dengan kejadian ini,” ucapnya.

Saat ditanya soal detail perkara, Hery mengaku belum mengetahui secara rinci. Informasi OTT baru ia terima pada malam sebelumnya, sehingga belum memperoleh gambaran lengkap mengenai konstruksi kasus.

“Detailnya saya belum tahu. Baru dapat informasi semalam,” ujarnya.

Namun demikian, Hery membenarkan bahwa informasi awal yang diterimanya menyebutkan lebih dari satu orang diamankan, yakni Wakil Ketua, Ketua, dan jurusita PN Depok.

Terkait kehadirannya di PN Depok, Hery mengatakan dirinya datang sebagai bentuk dukungan moral kepada aparatur yang tidak terlibat, agar tetap semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Dinkes Depok Perkuat Pengawasan Dapur Gizi Demi Keamanan Pangan

“Saya sebagai orang tua ikut terpukul. Saya datang untuk memberi semangat kepada adik-adik kita yang ada di sini,” tuturnya.

Ia juga mendorong agar kekosongan unsur pimpinan akibat OTT tersebut segera diisi agar roda pelayanan peradilan tetap berjalan optimal.

“Kita usulkan kepada pimpinan agar unsur pimpinan yang kemarin dibawa bisa segera diisi,” ujarnya.

Hery menambahkan, sejumlah ruangan di PN Depok, termasuk ruang jurusita, wakil ketua, dan ketua, telah disegel. Namun lokasi pasti penangkapan para pihak masih menunggu informasi resmi lanjutan.

Sebelumnya, KPK membenarkan telah mengamankan Wakil Ketua PN Depok berinisial BS bersama sejumlah pihak lain dalam OTT yang digelar pada Kamis (5/2/2026). Dalam operasi tersebut, KPK juga menyita uang tunai ratusan juta rupiah.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan OTT itu diduga berkaitan dengan aliran uang dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum dalam penanganan sengketa lahan seluas sekitar 6.500 meter persegi di kawasan Tapos, Kecamatan Cimanggis, Depok.

“Yang jelas ada sejumlah uang yang berpindah dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum,” ujar Asep.

KPK menegaskan penyidik masih mendalami perkara tersebut, termasuk menentukan apakah aliran dana itu masuk dalam kategori penyuapan atau pemerasan.