DEPOK, INDORAYA TODAY – Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Edi Sitorus, memastikan pihaknya akan mengawal pembangunan Flyover Margonda yang direncanakan dimulai pada 2026. Proyek ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meredakan kemacetan di kawasan Margonda, yang kerap dikeluhkan masyarakat.

“Kita sudah berkomunikasi dengan Pak Wali Kota terkait programnya. Saya pikir ini harus kita kawal karena targetnya adalah bagaimana nanti ke depan bisa mengurangi kemacetan. Kita kawal terus,” kata Edi, Selasa (17/2/2026).

Edi menekankan, meski proses pembangunan berpotensi menimbulkan gangguan sementara, terutama terkait rekayasa lalu lintas, hal itu merupakan konsekuensi wajar dalam proyek infrastruktur skala besar.

“Kita dorong pemerintah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang matang. Dengan adanya pembangunan, memang sedikit akan terganggu masyarakat, tapi itu hal yang wajar. Dan kita akan kawal terus dalam pembangunannya,” ujarnya.

Pemerintah Kota Depok telah menganggarkan sekitar Rp 280 miliar untuk pembangunan flyover ini, yang akan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama senilai Rp 80 miliar dijadwalkan pada 2026, sedangkan tahap kedua senilai Rp 200 miliar menyusul pada 2027.

Dengan pengawalan DPRD yang ketat, Edi berharap proyek Flyover Margonda menjadi solusi nyata bagi kemacetan di Depok. “Proyek ini bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga upaya menghadirkan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas bagi warga,” tambahnya.

Flyover Margonda nantinya diharapkan mampu memperlancar arus kendaraan, mengurangi kepadatan lalu lintas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Depok. DPRD Depok menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan agar proyek berjalan lancar sesuai target dan memberikan dampak positif bagi warga.

BACA JUGA:  Hamzah Soroti Kemacetan Parah di Jalan Kartini Depok, Minta Penataan Transportasi Segera Dilakukan