INDORAYATODAY.COM – Pencapaian satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menjadi modal penting dalam penataan kota ke depan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyatakan, fokus kebijakan setahun terakhir tertuju pada penguatan layanan publik, penataan kawasan strategis, serta pembangunan infrastruktur vital.

Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan Dedie-Jenal melakukan langkah strategis untuk memastikan denyut nadi ekonomi dan mobilitas warga tetap terjaga. Salah satu yang paling dirasakan manfaatnya adalah keberlanjutan layanan transportasi publik Biskita.

“Melalui skema pembiayaan APBD Kota Bogor, layanan Biskita kembali beroperasi setelah sebelumnya sempat terhenti akibat penghentian subsidi pusat. Ini krusial bagi mobilitas pekerja dan pelajar di Bogor,” tulis keterangan resmi Diskominfo Kota Bogor, Senin (23/2/2026).

Di sektor penataan ruang, Pemkot Bogor berhasil mengubah wajah kawasan eks Pasar Bogor yang sebelumnya semrawut menjadi lebih tertib. Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di area Jalan Roda, Jalan Bata, Jalan Pedati, hingga Lawang Seketeng dilakukan dengan pendekatan relokasi yang terukur.

Para pedagang kini telah menempati hunian baru di Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari. Langkah ini tidak hanya melancarkan arus lalu lintas, tetapi juga memberikan kenyamanan lebih bagi aktivitas perdagangan warga.

Pembangunan infrastruktur fisik juga menunjukkan progres signifikan. Di kawasan Batutulis, proses pembebasan lahan telah tuntas dilakukan guna mendukung penataan kawasan bersejarah tersebut. Selain itu, sejumlah fasilitas publik mulai memasuki tahap penyelesaian, antara lain:

Olahraga: Revitalisasi GOR Pajajaran (Tahap I) dan pembangunan Taman Olahraga Yasmin (Tahap I).

Transportasi: Revitalisasi Terminal Bubulak (Tahap I) serta penyelesaian pembangunan Jalan R3 (Tahap II).

BACA JUGA:  Wawali Jenal Mutaqin Harap Parade Musisi Beri Dampak Positif untuk Kota Bogor

Pedestrian: Terhubungnya jalur pedestrian dari Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Tirto Adisoerjo demi kenyamanan pejalan kaki.

Guna meningkatkan keselamatan dan mempercantik estetika kota, Pemkot Bogor juga gencar menjalankan program penurunan kabel udara. Hingga saat ini, realisasi penataan kabel telah mencapai delapan kilometer dari total target 17 kilometer yang direncanakan.

Diskominfo menekankan bahwa program sepanjang tahun pertama ini merupakan ikhtiar untuk menata fondasi kota melalui penguatan layanan dasar. Ke depan, kebijakan penataan ini akan dilanjutkan secara konsisten dengan mengedepankan kolaborasi dan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat Bogor.