INDORAYATODAY.COM – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) mengajak generasi muda di berbagai daerah untuk tidak ragu kembali ke kampung halaman dan menekuni sektor pertanian.

Upaya ini dipandang strategis guna memperkuat ketahanan pangan nasional melalui regenerasi petani yang melek teknologi.

Wamentan menekankan bahwa pertanian masa kini bukan lagi sekadar aktivitas tradisional, melainkan sektor ekonomi menjanjikan yang membutuhkan sentuhan inovasi pemuda. “Generasi muda memiliki kreativitas dan kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi. Ini adalah modal utama untuk memodernisasi pertanian kita,” ujarnya dalam sebuah kunjungan kerja, Rabu (4/3/2026).

Menurut Wamentan, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah menghapus stigma bahwa bertani identik dengan kemiskinan atau pekerjaan kasar. Sebaliknya, pemerintah terus mendorong mekanisasi pertanian agar pekerjaan di sawah maupun ladang menjadi lebih efisien dan memiliki nilai tambah ekonomi yang tinggi.

Ia berharap para pemuda di desa tidak perlu lagi berbondong-bondong mengadu nasib ke kota besar jika potensi lahan di daerah asal masih sangat luas untuk dikelola. “Membangun daerah bisa dimulai dari memajukan potensi buminya sendiri. Pertanian adalah sektor yang paling tahan banting terhadap krisis,” tegasnya.

Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus memberikan fasilitasi bagi petani milenial, mulai dari bantuan permodalan, alat mesin pertanian (alsintan), hingga pendampingan teknis. Sinergi antara semangat pemuda dan dukungan pemerintah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.

“Jangan hanya jadi penonton. Mari menjadi aktor utama dalam kedaulatan pangan Indonesia,” pungkas Wamentan mengajak generasi muda di seluruh penjuru tanah air.

BACA JUGA:  Wamentan Paparkan Misi Ganda Program Gizi, Tak Hanya Anak Sekolah tapi Gerakkan Ekonomi Desa