INDORAYATODAY.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen penuh untuk memulihkan sektor peternakan dan pertanian yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan, negara hadir untuk memastikan para peternak dan petani tidak berjuang sendirian dalam menghadapi masa sulit pascabencana.
Langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah melakukan pendataan menyeluruh terhadap ternak yang terdampak, mulai dari unggas, sapi, hingga kambing. Inventarisasi ini bertujuan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Kita identifikasi semua jenis ternak, baik ayam, sapi, maupun kambing. Dari sisi peternakan, kami menyiapkan program bantuan pemulihan pascabencana untuk memastikan keberlangsungan usaha masyarakat,” ujar Sudaryono dalam keterangannya.
Sudaryono menjelaskan, saat ini fokus utama pemerintah masih pada tahap penanganan kedaruratan guna memenuhi kebutuhan logistik dasar masyarakat. Namun, rencana pemulihan jangka panjang telah disiapkan, termasuk peluncuran program “Ayam Merah Putih” bagi peternak yang kehilangan sumber penghidupannya akibat bencana.
“Negara kita mampu dan anggaran tersedia. Setelah masa kedaruratan selesai, warga yang peternakannya hancur akan kita bantu perbaiki dan kita berikan bantuan ternak baru,” tegas Wamentan.
Tidak hanya sektor peternakan, sektor pangan juga menjadi prioritas. Kementan mencatat sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian di Sumatera terdampak bencana, dengan 11 ribu hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen.
Merespons hal ini, pemerintah menyiapkan program perbaikan sawah hingga pencetakan sawah baru, khususnya di wilayah terdampak parah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Yang sawahnya hancur, kita cetakan sawah baru. Komitmen negara mencakup pemulihan lahan pertanian hingga pembangunan kembali rumah-rumah warga yang rusak,” tambahnya.
Pendataan rinci terkait kerusakan lahan dan infrastruktur pertanian dijadwalkan rampung pada awal Januari 2026. Melalui langkah-langkah strategis ini, pemerintah berharap stabilitas pangan nasional tetap terjaga dan kehidupan ekonomi masyarakat di Sumatera dapat segera bangkit kembali.

Tinggalkan Balasan